Kompas.com - 31/03/2017, 08:10 WIB
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memiliki lokasi wisata baru yang dibuka Selasa (28/2/2017), yakni Kampung Warna Warni Teluk Seribu. Wisatawan bisa menyusuri Sungai Somber sambil menikmati hamparan bakau. Di hulu, pengunjung dapat pula melihat kawanan bekantan. KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYAKota Balikpapan, Kalimantan Timur, memiliki lokasi wisata baru yang dibuka Selasa (28/2/2017), yakni Kampung Warna Warni Teluk Seribu. Wisatawan bisa menyusuri Sungai Somber sambil menikmati hamparan bakau. Di hulu, pengunjung dapat pula melihat kawanan bekantan.
EditorI Made Asdhiana

MENYUSURI hutan bakau primer di Mangrove Center Balikpapan, Kalimantan Timur, merupakan sebuah perjalanan untuk melepas penat dan menuntaskan kerinduan akan alam.

Semilir angin berpadu gemeresik bakau, dan keheningan yang diselingi suara serangga dan bekantan juga menyegarkan jiwa.

Sore hari adalah saat terbaik untuk menikmati sejumput surga dunia yang masih tersisa ini. Meski matahari masih bersinar, kanopi-kanopi bakau mampu meneduhkan siapa pun yang berkunjung.

Bersantai di ”teras” kawasan itu saja sudah mengasyikkan, apalagi masuk hingga ke sudut-sudut kawasan.

Mangrove Center Balikpapan terletak hanya 10 kilometer dari pusat kota Balikpapan, tepatnya di ujung kompleks perumahan Graha Indah, Balikpapan.

(BACA: Perempuan Pejuang Bakau dari Alor)

Meski letaknya tidak jauh dari pusat kota, pengunjung tetap dapat menyaksikan ratusan hektar hamparan bakau yang nan hijau yang terbelah oleh sungai-sungai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah menyusuri jembatan yang dibangun dari papan-papan ulin sepanjang 50-an meter, pengunjung tiba di dermaga kecil, tempat beberapa perahu fiber dan kayu bermesin tempel bersandar.

Hari Minggu (19/2/2017), ketika Kompas tiba di sana, Herman, warga setempat yang menjadi motoris (pengemudi) perahu, mengantar kami berkeliling.

Perahu yang memuat 7-8 orang ini kemudian bergerak perlahan membelah air. Melewati anakan sungai yang lebarnya hanya 4-6 meter, berkelok-kelok, dan airnya hanya sedalam 1-2 meter ini, Herman mengemudikan perahu dengan sangat hati-hati.

(BACA: Kampung Warna Warni Teluk Seribu, Obyek Wisata Baru di Balikpapan)

Melaju di bawah rindang bakau, sinar mentari pun tersaring sehingga sore seolah senja di sini. Udara pun terasa segar.

Ketika kami memperhatikan alam, terlihat pula kepiting-kepiting bakau yang menyembul dari akar-akar meski seketika pula bersembunyi.

Semakin dalam masuk ke rerimbunan hutan bakau, telinga menangkap suara nyaring aneka serangga yang entah bersembunyi di mana.

Bersua bekantan

Berpadu gemeresik daun-daun ada suara-suara geraman, dan lengkingan yang menyeruak. Itulah suara bekantan. Namun, di mana bekantan-bekantan itu?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X