Kompas.com - 02/04/2017, 16:29 WIB
EditorI Made Asdhiana

Mereka aktif mengikuti kursus, usaha rumah tangga, dan ekonomi produktif lainnya yang diselenggarakan sejumlah instansi terkait di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Belakangan, Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melakukan pendampingan kelompok ini.

Wisatawan asing

Paket wisata yang ditawarkan adalah bersepeda, menyambangi perajin anyaman topi berbahan lidi, dan singgah di Pura Lingsar Kelud.

Pura yang dibangun tahun 1922 itu sebagai simbol kerukunan umat beragama di Desa seluas 2,78 kilometer persegi, memiliki 221 hektar sawah, dan kebun seluas 85 hektar.

Dengan membeli paket Half Day Tour Bilebante Family Long Rideseharga Rp 225.000 per orang, menempuh rute 4 kilometer, pengunjung dapat jatah satu sepeda untuk menjelajahi semua obyek yang ditawarkan, selain suguhan kuliner tradisional, minum kopi ataupun air kelapa muda.

Wisata sepeda ini berlangsung pagi hari (07.00 Wita) atau sore hari (15.30 Wita). Waktu ”buka warung” itu bertujuan agar wisatawan menikmati sinar matahari pagi dan warna jingga matahari sore menuju rembang petang.

Saat itu pula kegiatan bertani berjalan sehingga pengunjung melihat aktivitas pertanian serta bertegur sapa dengan petani yang hilir mudik dari sawah ke sawah.

Untuk sekali tur, hanya tersedia 10 sepeda sehingga calon pengunjung harus memesan terlebih dulu sebelum hari-H.

Sejak dirintis pada 5 September 2016, jumlah pengunjung Desa Wisata Hijau Bile Bante sekitar 300 orang, meliputi wisatawan asal Irlandia, Jerman, Perancis, Timor-Leste, dan termasuk pesepeda lokal Lombok.

Medan jelajah sepeda ini landai-landai saja, ada sedikit tantangannya. Misalnya, perjalanan di pematang sawah yang sempit, seperti di Jembatan Lime (Lima), Dusun Karang Ide yang dibangun sekitar tahun 1940.

Dinamakan Jembatan Lime sebab memiliki lima saluran sekunder/tersier, dan tiga dari lima saluran itu dilengkapi jembatan yang menghubungkan satu saluran ke saluran lainnya.

Air dari daerah irigasi Gebong dengan debit 619 liter per detik didistribusikan bagi 333 hektar sawah di Desa Bile Bante dan sekitarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.