Pariwisata Jateng Minim Inovasi

Kompas.com - 02/04/2017, 17:12 WIB
Petugas jaga memeriksa seputar kawasan Gedung Lawang Sewu yang telah berhasil menjadi contoh konservasi bangunan cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Gedung-gedung tua berarsitektur indah dengan cerita sejarah masa lalu menjadi potensi wisata yang belum tergarap, seperti di Kota Lama. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPetugas jaga memeriksa seputar kawasan Gedung Lawang Sewu yang telah berhasil menjadi contoh konservasi bangunan cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Gedung-gedung tua berarsitektur indah dengan cerita sejarah masa lalu menjadi potensi wisata yang belum tergarap, seperti di Kota Lama.
EditorI Made Asdhiana

UNGARAN, KOMPAS — Provinsi Jawa Tengah memiliki 467 jenis daya tarik pariwisata, mulai dari destinasi alam, warisan budaya, hingga pergelaran acara. Namun, potensi itu selama ini terabaikan karena kurangnya promosi dan inovasi. Bahkan, sebagian besar potensi tersebut belum terjamah.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ke-467 daya tarik wisata itu tersebar di 35 kota dan kabupaten di Jateng. Rinciannya, 148 wisata alam, 85 wisata budaya, 117 wisata buatan, 19 wisata minat khusus, dan 98 pergelaran. Jateng juga mempunyai enam warisan budaya, antara lain wayang, keris, dan batik.

"Sebagian besar obyek wisata itu belum terjamah. Wisatawan lebih memilih datang ke Candi Borobudur, Museum Fosil Sangiran, atau Kepulauan Karimun Jawa saja," kata Ganjar di sela-sela peluncuran Jateng Travel Guide, di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (1/4/2017).

BIRO PERS SETPRES/RUSMAN Presiden Joko Widodo di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016) didampingi dari kiri ke kanan: Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Selama ini wisatawan tidak pernah singgah lama di Jateng. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di Yogyakarta dan sekitarnya.

(BACA: Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya)

Saat ini pemerintah masih mengkaji strategi promosi agar wisatawan lebih lama tinggal di Jateng, tidak sekadar datang dan lewat. Sejauh ini baru Solo yang mulai dilirik wisatawan.

Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin mengatakan, di wilayahnya baru Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi daya tarik wisata.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Para wisatawan sedang menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa.
Seusai mengunjungi museum, wisatawan bertolak ke Kota Semarang atau ke Magelang dan DI Yogyakarta. Padahal, Kabupaten Semarang juga mempunyai obyek lain, seperti Danau Rawa Pening dan wisata alam Bandungan.

Promosi pariwisata harus ditunjang inovasi. Untuk itu, warga didorong untuk menggarap potensi wisata menarik di daerah.

(BACA: Tak Perlu ke Inggris, Stonehenge Juga Ada di Lereng Merapi)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X