Indonesia Promosikan Wisata Layar dan Bahari di Selandia Baru

Kompas.com - 03/04/2017, 17:36 WIB
Sejumlah perahu layar yang berpartisipasi dalam Darwin-Ambon Yacht Race and Rally 2015 telah tiba di pesisir Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2015). KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERINSejumlah perahu layar yang berpartisipasi dalam Darwin-Ambon Yacht Race and Rally 2015 telah tiba di pesisir Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2015).
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mempromosikan wisata layar dan bahari kepada sejumlah komunitas yachter di Selandia Baru yang dikenal sebagai negeri pelayar sekaligus destinasi singgah yang diperhitungkan oleh para pelayar dunia.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana di Jakarta, Senin (3/4/2017) mengatakan promosi Wonderful Indonesia kepada komunitas yachter diperlukan sekaligus juga dalam rangka Wonderful Sail2Indonesia dengan jalur layar menuju Sail Sabang 2017.

"Kegiatan Promosi Wonderful Indonesia pada Komunitas Yachter di Selandia Baru melibatkan Tim Percepatan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata dengan maksud memberikan wawasan kepada Komunitas Yachter di Selandia Baru mengenai hal-hal yang berhubungan dengan jalur layar, perizinan, lama tinggal dan juga lokasi-lokasi beserta jadwal yang dapat dikunjungi oleh para Yachter saat mereka melakukan perjalanan melewati wilayah Indonesia," kata Pitana.

(BACA: Hanya untuk Pemberani, Bungy Jumping ke Sungai Terpanjang di Selandia Baru)

Beberapa lokasi yang terkenal di Selandia Baru sebagai destinasi singgah yang menjadi destinasi para pelayar dunia adalah Auckland, Whangarei, dan Opua.

Komunitas yachter umumnya akan tiba di tiga destinasi tersebut pada sekitar April untuk menikmati keindahan dan kenyamanan iklim di Selandia Baru.

KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH Kapal layar peserta Sabang Marine Festival 2016 bersandar di Teluk Sabang, Sabang, Aceh, Selasa (26/4/2016). Sabang menjadi salah satu andalan Provinsi Aceh untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Namun, obyek wisata di Sabang dianggap belum banyak variasi, yakni hanya mengenai laut, seperti pantai dan bawah laut. Kondisi ini membuat kunjungan wisatawan cenderung singkat, yakni rata-rata 2-3 hari.
Untuk itulah Indonesia mengambil peluang tersebut untuk mempromosikan Wonderful Indonesia.

"Dengan kebiasaan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini maka kita bisa menyimpulkan bahwa kesempatan untuk melakukan promosi di Selandia Baru adalah pada Maret, April, atau Mei karena setelah bulan ini mereka akan bergerak ke utara menuju Sydney, Cairns, dan Darwin untuk melintasi Indonesia ke Asia," kata Pitana.

Di samping itu, acara rally layar sudah dilaksanakan sejak 2014 dan mendapat sambutan yang baik dari para pelaku layar di Selandia Baru, demikian juga dari para pelaku layar dunia.

(BACA: Tahun 2017 Destinasi Wisata Bahari Bakal Naik Daun)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X