Kompas.com - 09/04/2017, 09:05 WIB
Sejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016). KOMPAS/RADITYA HELABUMISejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016).
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - International Monetary Funding (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) rencananya akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 2018.

Pemerintah Indonesia rencananya akan menyiapkan lima destinasi wisata unggulan untuk dipamerkan kepada rombongan tamu tersebut. 

"Jadi untuk pariwisata ada lima tempat yang kita persiapkan," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Panjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/4/2017), seperti dikutip dari Tribunnews.com. 

Lima destinasi tersebut yakni Tana Toraja (Sulawesi Selatan), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bali, Danau Toba (Sumatera Utara) dan Candi Borobudur (Magelang).

Pemerintah akan menyiapkan segala infrastruktur di tiap destinasi. Misal di Tana Toraja, akan disiapkan lapangan terbang serta ketersediaan air dan infrastruktur jalan.

BARRY KUSUMA Upacara pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Di Labuan Bajo, akan dibangun beberapa infrastruktur serta akan dijadikan maritime tourism menggunakan kapal pesiar.

"Jadi nanti ada enam titik yang akan menjadi maritime tourism," ujar Luhut.

Di Bali, perbaikan nantinya akan meliputi infrastruktur jalan guna mengurangi kemacetan dari bandara serta akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Hal ini sekaligus memanfaatkan banyaknya sampah di Bali.

Di Danau Toba, Luhut mengatakan akan disiapkan dua kapal pesiar serta perbaikan terminal serta hotel yang ada. 

"Bersihkan semua sehingga turis kita atur ada flight langsung ke Tana Toraja, Labuan Bajo, Solo, dan Silangit," kata Luhut.

KOMPAS.com/Mei Leandha Nelayan tradisional di Danau Toba yang terus mengeluh hasil tangkapannya terus menurun, Senin (3/4/2017)

Luhut menargetkan pengoptimalan lima destinasi wisata tersebut akan rampung dua tahun dari sekarang.

Nantinya, lanjut Luhut, pengoptimalan tersebut akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan secara bertahap.

"Ya dua tahun ini. APBN-P kami tambah berapa, kemudian APBN-P tahun depan kami tambah berapa," ujarnya.

Luhut berharap semua pengoptimalisasian lima  destinasi tersebut akan rampung pada September 2018.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X