Festival Kuliner Digelar di Lhokseumawe

Kompas.com - 09/04/2017, 10:02 WIB
Direktur keuangan Pelindo I Farid Luthfi (tengah/batik coklat), Kepala Bidang Promosi Dinas Parawisata Aceh Ramdani, Corporate Secretary Pelindo 1 M. Eriansyah (kiri) dan Asisten III Walikota Lhokseumawe Miswar (kanan) mencicipi kuliner Rujak Khas Aceh saat acara Festival Kuliner dan Budaya di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (8/4/2017). Pelindo I bersama Pemkot Lhokseumawe menggelar festival Kuliner Beranda Depan Indonesia untuk mendorong pelestarian budaya dan menjadikan kuliner sebagai motor baru penggerak perekonomian masyarakat Aceh. Kompas.com/MasriadiDirektur keuangan Pelindo I Farid Luthfi (tengah/batik coklat), Kepala Bidang Promosi Dinas Parawisata Aceh Ramdani, Corporate Secretary Pelindo 1 M. Eriansyah (kiri) dan Asisten III Walikota Lhokseumawe Miswar (kanan) mencicipi kuliner Rujak Khas Aceh saat acara Festival Kuliner dan Budaya di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (8/4/2017). Pelindo I bersama Pemkot Lhokseumawe menggelar festival Kuliner Beranda Depan Indonesia untuk mendorong pelestarian budaya dan menjadikan kuliner sebagai motor baru penggerak perekonomian masyarakat Aceh.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) menyelenggarakan festival kuliner bertajuk “ Lhokseumawe Beranda Depan Indonesia”, Sabtu (8/4/2017).

Kegiatan untuk mendorong potensi kekayaan budaya dan kuliner di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara ini diselenggarakan di Lapangan KP3 Kota Lhokseumawe. Ada beragam hiburan rakyat berupa bazar kuliner yang diikuti 19 penyedia kuliner lokal dan 5 penyedia kuliner nasional dan internasional.

BACA: Kisah Pantai Warna-warni di Lhokseumawe

Penampilan dari beberapa pelaku kesenian lokal juga turut memeriahkan kegiatan yang dibuka secara umum untuk masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini menampilkan demo memasak yang dibawakan oleh chef/koki nasional Bara Pattiradjawane serta koki internasional yang membawakan demo memasak makanan dari Jepang dan Srilanka.

Direktur Pelindo 1, Farid Luthfi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Perseroan untuk mendorong kekayaan budaya dan kuliner Aceh dan Lhokseumawe.

“Ini adalah salah satu upaya kami, ke depan, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Lhokseumawe dan Aceh Utara,” terangnya.

BACA: Dek Ka, Satu-satunya Barista Perempuan di Lhokseumawe

General Manager PT Pelindo 1, Prahardi Winarso, menyebutkan bahwa kegiatan itu sekaligus mendorong kesuksesan program dan visi maritim Pemerintah Republik Indonesia. Saat ini Lhokseumawe dan Aceh Utara memiliki Pelabuhan Kreung Geukeuh yang berpotensi menjadi pelabuhan utama. Dengan kedalaman 10 meter, pelabuhan tersebut bisa disandari kapal dengan ukuran 20.000 Dead Weight Ton/DWT (bobot mati kapal) x panjang 100 meter.

“Pelabuhan ini juga memiliki dermaga seluas 267 x 25 meter yang memungkinkan dua kapal bersandar sekaligus,” terangnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib dan Direktur Keuangan PT Pelindo 1 Farid Luthfi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X