Kompas.com - 13/04/2017, 06:40 WIB
EditorI Made Asdhiana

Kota Tua jadi ladang mata pencaharian yang menjanjikan. Ramainya kawasan itu terutama pada akhir pekan membuat penjaja jasa ataupun pedagang kaki lima sangat meminati kawasan itu.

Tak terkontrol

Meski berdampak positif dan menghidupkan suasana di Kota Tua, komunitas ini juga menghadapi kendala.

Data dan status komunitas di Kota Tua tidak jelas karena bertambah setiap hari. Berdasarkan pengamatan Kompas, seniman jalanan muncul mengikuti tren terutama di televisi. Seniman jalanan itu memiliki bos dan jejaring sosial-ekonomi yang panjang.

Tanpa aturan ketat dan pembatasan dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, seniman akan membeludak tak terkontrol. Terkadang, kreativitas yang mereka tampilkan juga tidak sesuai dengan tema sejarah di Kota Tua.

Ketua UPK Kota Tua Norviadi S Husodo mengatakan, pihaknya sudah mendata komunitas resmi dan dinaungi Pemprov DKI.

Seniman jalanan yang menampilkan pertunjukan melenceng dari tema, seperti hantu pocong dan kuntilanak, sudah dilarang. Kini, kehadiran mereka muncul digantikan putri duyung, noni Belanda, dan sebagainya.

”Kami berusaha berkomunikasi dengan komunitas di Kota Tua. Pedagang kaki lima sudah kami tata dan pindahkan di area parkir Jalan Cengkeh,” kata Norviadi.

TRIBUNNEWS/HERUDIN Wisatawan mancanegara menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014).
Adrianus menambahkan, jika tidak dikelola dengan baik, dampak buruknya adalah memudarkan citra Kota Tua sebagai kawasan warisan budaya bersejarah.

Susiana Dewi Ratih, pengamat pariwisata, mengatakan, UPK Kota Tua bisa memulai dengan mendata komunitas sesuai dengan karakteristik dulu. Setelah itu, program penataan komunitas harus berjalan seirama dengan program fisik revitalisasi Kota Tua.

UPK Kota Tua dan Destination Management Organization (DMO) Kota Tua harus bisa merangkul pemangku kepentingan demi pengorganisasian kawasan yang lebih baik. (DEA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Sosial Bisa Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Media Sosial Bisa Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Travel Update
Jam Buka dan Tarif Masuk Makam Bung Karno di Blitar

Jam Buka dan Tarif Masuk Makam Bung Karno di Blitar

Travel Tips
Rute ke Istana Gebang Blitar, Rumah Presiden Soekarno Saat Remaja

Rute ke Istana Gebang Blitar, Rumah Presiden Soekarno Saat Remaja

Travel Tips
Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.