Mau Mencoba Memanah Gaya Mataram Kuno? Datanglah ke Prambanan

Kompas.com - 18/04/2017, 08:12 WIB
Warga Kampung Langenastran, Yogyakarta, mencoba menghidupkan kembali jemparingan, seni memanah gaya Mataram Kuno. Warga meyakini leluhur mereka, Prajurit Langenastro Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, ahli dalam memanah. KOMPAS/DIMAS WARADITYA NUGRAHAWarga Kampung Langenastran, Yogyakarta, mencoba menghidupkan kembali jemparingan, seni memanah gaya Mataram Kuno. Warga meyakini leluhur mereka, Prajurit Langenastro Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, ahli dalam memanah.
EditorI Made Asdhiana

KLATEN, KOMPAS.com - Jemparingan atau seni memanah gaya Mataram Kuno menjadi wahana baru di Candi Prambanan.

Wahana tersebut melengkapi wisata yang ditawarkan PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan.

General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Pujo Suwarno, mengatakan wahana panahan tradisional tersebut dibuka sejak Desember 2016.

(BACA: Adu Tangkas dalam Jemparingan)

Wahana jemparingan tersebut diusung dengan melibatkan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Klaten.

"Untuk olah raga memanah, ada dua jenis, tradisional atau Mataraman dan modern. Namun tradisional lebih populer di kalangan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara," ungkapnya, Minggu (16/4/2017).

Menurut Pujo, untuk olah raga panahan tradisional dilakukan dengan cara duduk sebagaimana jemparingan dilakukan. Sedangkan untuk panahan modern dilakukan dengan cara berdiri.

"Tujuannya semakin menyemarakkan kunjungan ke Prambanan. Kan sembari memanah mereka bisa selfie berlatar belakang Candi Prambanan," ujarnya.

Selain memanah, tambah Pujo, pihaknya juga menyediakan tambahan atraksi wisata berupa kereta taman dan golfcar yang hemat energi. (Tribun Jogja)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X