Kompas.com - 22/04/2017, 13:09 WIB
EditorI Made Asdhiana

”Daun pepaya direbus dulu dengan daun kedondong biar pahitnya hilang. Baru dikukus dan dikasih ikan teri,” kata Kasriyah (41), peserta lomba masak dari Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana.

Kasriyah juga lihai memasak soto tauco. Baginya, orang Tegal yang belum bisa masak soto tauco layak diragukan ketegalannya. Soto tauco bukan sekadar variasi kuliner, melainkan simbol harmoni dan toleransi.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Tegal sangat akur. Itu misalnya tecermin di Sekolah Tunas Hidup Harapan Kita di bawah Yayasan Tri Dharma.

Sekolah ini menampung sekitar 300 siswa tingkat pendidikan anak usia dini sampai sekolah dasar dari beragam agama, seperti Kristen, Muslim, Buddha, dan Khonghucu.

Harmoni dan akulturasi budaya itu dapat dirasakan dari kelezatan semangkuk soto tauco. (MOHAMMAD HILMI FAIQ)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.