Biar Tidak Bikin Malu, Ini 6 Etiket Saat Liburan di Jepang

Kompas.com - 23/04/2017, 19:04 WIB
Suasana Ueno Park saat musim semi KOMPAS.COM/Alek KurniawanSuasana Ueno Park saat musim semi
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

3. Etiket di dalam transportasi umum

Ketika sedang menaiki transportasi umum di Indonesia, sering kali kita bisa mendengar orang lain yang tengah mengobrol. Hal tersebut tidak akan Anda temui di Jepang, karena ada peraturan untuk tidak membuat gaduh di dalam transportasi umum.

Ada baiknya pula Anda mengaktifkan mode silent pada telepon genggam Anda dan jangan mengangkat telepon pada saat menaiki transportasi umum. Kabarnya peraturan ini dibuat untuk menghormati para orang tua yang terkadang membutuhkan suasana tenang.

4. Etiket pada saat di tangga jalan atau eskalator

Tak hanya etiket menyeberang, Jepang juga menerapkan peraturan penggunaan tangga jalan atau eskalator. Ketika Anda berada di wilayah Kanto (Tokyo), Anda diwajibkan untuk berdiri di di sebelah kiri. Sementara itu, sebelah kanan digunakan untuk menyalip atau yang sedang terburu-buru.

Hal ini berbeda ketika Anda berada di Osaka. Di Osaka, Anda harus berdiri di sebelah kanan pada saat di eskalator. Sedangkan bagian kiri digunakan untuk menyalip atau sedang terburu-buru.

5. Dilarang menyentuh bunga Sakura

Bunga sakura hanya mekar selama dua minggu dalam tiap tahunnya. Oleh karena itu, orang Jepang sangat menghargai dan mengagumi bunga Sakura.

Salah satu cara orang Jepang untuk menghargai bunga sakura adalah dengan tidak menyentuhnya atau mematahkan tangkai dan batang dari pohon Sakura. Bila Anda melanggar peraturan ini, siap-siap Anda akan masuk ke beberapa media di Jepang.

6. Membereskan alat makan di tempat makan umum

Di Indonesia yang hampir semua restoran dan warung makan mempunyai karyawan atau pelayan yang akan membersihkan alat makan dan sisa makan setelah pelanggan menyelesaikan santapannya.

(Baca: Viral di Medsos, Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Jepang)

Berbeda dengan hal itu, di Jepang terutama di kedai makanan ramen dan udon, kantin, atau makanan cepat saji, tidak ada pelayan atau karyawan yang membereskan alat makan. Jadi pelanggan harus membereskan sendiri sisa makan dan alat makan.
Buang sisa makan di tempat sampah yang tersedia. Sementara baki dan peralatan makan ditaruh di tempat khusus untuk alat makan yang sudah dipakai.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X