Jangan Main Ponsel saat Terjadi Badai di Gunung

Kompas.com - 26/04/2017, 15:11 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca kejadian tersambarnya 11 pendaki saat mendaki Gunung Prau pada Minggu (23/04/2017), saat ini kegiatan pendakian di Gunung Prau di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ditutup sementara.

Penutupan pendakian sementara ini disinyalir karena cuaca di atas Gunung Prau yang belum kondusif untuk pendakian. Seringkali cuaca di atas gunung memang sulit untuk ditebak. Kemungkinan paling buruk yang pendaki temui saat mendaki adalah hujan badai atau hujan disertai petir.

“Untuk kasus di Gunung Prau tersebut, sepertinya orang pertama terkena sambaran langsung. Adapun yang lain terkena sambaran tidak langsung. Banyak diinformasikan pula mereka membangun tenda dekat dengan tower. Efek konduksi juga sepertinya berperan,” ujar Staff BMKG, Rukman Nugraha, saat dihubungi KompasTravel, Selasa (25/04/2017).

BACA: Macam-macam Petir dan Cara Menghindarinya saat Mendaki Gunung

Dalam kasus tersebut, lanjut Rukman, beberapa pendaki juga bermain ponsel saat berteduh. Petir bisa menyambar melalui benda-benda yang bersifat konduktif.

Oleh karena itulah, Rukman menghimbau agar pendaki menghindari berteduh di tempat yang dekat dengan aliran pipa listrik, gas, kawat logam, dan obyek lainnya yang berpotensi menyalurkan aliran listrik.

“Dan yang penting juga, ponsel, alat elektronik lainnya dan benda-benda yang bersifat sebagai penghantar arus listrik jangan dulu digunakan. Karena bisa mengundang aliran listrik yang bersumber dari petir,“ jelas Rukman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X