Kompas.com - 27/04/2017, 16:24 WIB
Warung Sedap Yanto Ganjar di Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah tepatnya di jalan raya Purwodadi - Blora km I. KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTOWarung Sedap Yanto Ganjar di Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah tepatnya di jalan raya Purwodadi - Blora km I.

Bisnis kuliner ini digeluti oleh Yanto setelah ia memutuskan mundur sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta pada 2011. Yanto yang hobi memasak sejak remaja itu selanjutnya beralih untuk menjajaki bisnis kuliner pada 2012.

Awalnya, Yanto berburu resep-resep masakan tradisional di pelosok-pelosok desa mulai dari Grobogan hingga Kudus. Sampai akhirnya, ia memilih olahan daging kerbau mendominasi menu di tempat usahanya, di antaranya sate, soto, gule, tongseng dan becek.

Becek balungan kerbau dan iga kerbau pun menjadi suguhan andalan di warung sederhana milik Yanto. Daging kerbau sendiri disasar Yanto lantaran masakan olahan kerbau jarang ditemui di Kabupaten Grobogan.

Daging kerbau sengaja diunggulkan untuk membedakan becek di warungnya dengan warung lain. Dengan kata lain, ini merupakan strategi bisnis Yanto agar mudah dikenal masyarakat.

Terlebih lagi, Yanto meyakini daging kerbau lebih sehat disuguhkan karena minim kolesterol dibandingkan daging sapi atau kambing.

Yanto menuturkan, racikan becek kerbau yang diolahnya tidak jauh berbeda dengan becek pada umumnya. Hanya saja, ada bumbu rahasia yang membuat becek kerbau miliknya mengantongi tempat tersendiri di hati pelanggan.

Satu di antaranya dengan menambahkan "daun dayakan" sebagai pelengkap. Daun dayakan diperoleh dari kawasan perhutanan di Kabupaten Grobogan.

KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO Warung Sedap Yanto Ganjar di Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah tepatnya di jalan raya Purwodadi - Blora km I, Kamis (27/4/2017).
"Bumbu becek seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, lengkuas, cabai, daun salam, daun kedondong, ditumbuk halus. Yang membedakan dengan becek lainnya, kami campurkan daun dayakan yang memang tumbuh subur di hutan Grobogan. Berbeda dengan lainnya pula, bumbu halus itu digongso untuk mempertajam rasa," jelas Yanto saat berbincang dengan KompasTravel, Kamis (27/4/2017).

Setelah tumisan bumbu beraroma sedap, dientaskan lalu dioplos dengan kuah kaldu rebusan daging, balungan, sengkel dan iga kerbau. Rasa asam menggigit berpadu pedas menggoyang lidah saat menyeruput kuah becek kerbau buatan Yanto.

Daging yang melekat pada tulang juga gampang terkelupas dan begitu empuk ketika disantap. Diperlengkap lagi dengan lezatnya bumbu yang meresap pada serat-serat daging.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.