Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menelusuri Legenda Goa Kreo Semarang dan 500 Kera Penjaganya

Kompas.com - 04/05/2017, 14:09 WIB
Alek Kurniawan

Penulis

SEMARANG, KOMPAS.com - Semarang, sebuah kota yang terletak di utara Pulau Jawa ternyata memiliki sebuah destinasi wisata yang sarat akan cerita legenda.

Goa Kreo, begitu nama destinasi wisata yang konon ada hubungannya dengan salah satu tokoh Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Tak hanya itu, di Goa Kreo juga terdapat banyak kera yang hidup secara liar namun tetap dilindungi.

"Yang paling khas dari wisata di Goa Kreo adalah gua yang bersejarah yang dahulunya digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk bertapa," ujar pemandu wisata Gua Kreo, Safei kepada peserta media trip Semarang dari EzyTravel, Rabu (03/05/2017).

KOMPAS.COM/ALEK KURNIAWAN Pengunjung Gua Kreo Semarang tampak antusias dengan kehadiran kera-kera di sekitar tempat wisata, Rabu (03/05/2017).

Safei menuturkan bahwa di sini terdapat dua gia yang bisa dimasuki, yakni Goa Kreo dan Goa Landak.

"Konon Goa Kreo memiliki kedalaman yang sangat panjang, saking panjangnya bisa tembus sampai di Demak atau Kendal," tambah Safei.

Kedua goa ini dijaga oleh sekitar 400-500 kera. Mereka adalah kera liar, namun sudah terbiasa dengan kehadiran wisatawan.

BACA: Kota Lama Semarang Segera Dilengkapi Becak Wisata

Tips dari KompasTravel, bila ingin mengunjungi goa ini, jangan membawa makanan yang berlebihan. Kera-kera di sini biasanya akan tahu dan merebut makanan itu dari pengunjung. Disarankan juga untuk tidak membawa minuman berwarna karena kera akan tertarik terhadap sesuatu yang berwarna dan beraroma.

"Perhatikan juga untuk tidak membawa barang-barang yang bisa menarik perhatian para kera, misalnya perhiasan, topi, dan kacamata," tutur Safei.

KOMPAS.COM/ALEK KURNIAWAN Terdapat sekitar 400-500 kera yang hidup di kawasan Goa Kreo. Kera-kera ini liar namun dilindungi oleh pemerintah setempat. Kehadirannya juga selalu menemani pengunjung saat berwisata ke Goa Kreo.

Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang, Jawa Barat. Obyek wisata ini juga dikelilingi Bendungan Jatibarang. Bendungan ini memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai tampungan air untuk menanggulangi masalah banjir di Semarang, PLTA, PDAM, dan obyek wisata.

Bila berkunjung ke Gua Kreo, Anda cukup membayar Rp 4.000 untuk satu orang. Wisatawan yang berkunjung ke Gua Kreo juga bisa mengelilingi Bendungan Jatibarang dengan speedboat yang sudah disediakan dengan harga Rp 100.000. Satu speedboat bisa diisi maksimal 4 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com