Kompas.com - 05/05/2017, 21:04 WIB
Kampung Batik Semarang dihiasi sedemikian rupa untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung, Kamis (04/052017). KOMPAS.COM/Alek KurniawanKampung Batik Semarang dihiasi sedemikian rupa untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung, Kamis (04/052017).
|
EditorI Made Asdhiana

SEMARANG, KOMPAS.com - Jika di Jogja ada Kampung Batik Giriloyo, Solo ada Kampung Batik Laweyan, Pekalongan mempunyai Kampung Batik Kauman, maka di Semarang ada pula Kampung Batik Semarang.

Kampung Batik Semarang memang belum setenar ketiga kampung batik yang telah disebutkan di atas. Namun semangat untuk berbenah dan mempromosikan Kampung Batik Semarang supaya lebih dikenal saat ini patut diapresiasi.

"Kampung Batik Semarang pernah berjaya pada masa kedudukan Jepang pada tahun 1942. Batik tulis merupakan produk andalan saat itu. Namun sempat ada kebakaran yang melanda kampung ini, sehingga sempat mati suri," ujar salah seorang warga Semarang, Mia Kamila, Kamis (4/5/2017).

KompasTravel dalam acara Media Trip Explore Budaya Semarang bersama Ezytravel.co.id sempat mengunjungi Kampung Batik Semarang. Pertama-tama kami disambut oleh gapura bertuliskan Kampung Batik. Setelahnya berbagai lukisan dinding mewarnai sepanjang perjalanan di Kampung Batik Semarang ini.

Selain mengeksplor Kampung Batik Semarang dengan berbagai lukisan mural yang unik, pengunjung juga dapat membeli batik dan belajar membatik sebagai atraksi utama dari kampung ini.

"Terdapat sekitar 8 toko batik dengan puluhan perajin yang tersebar di Kampung Batik Semarang," ujar pemilik gerai Batik Handayani, Rini Sari Handayani kepada KompasTravel.

KOMPAS.COM/Alek Kurniawan Batik Handayani, salah satu gerai yang berada di Kampung Batik Semarang yang menjual berbagai produk Batik Semarang dan pengunjung pun bisa belajar membatik di sini, Kamis (04/05/2017).
"Di toko kami sendiri, selain bisa membeli berbagai produk batik, pengunjung juga bisa belajar membatik. Belajar membatik di sini meliputi membuat corak batik dengan canting dan proses mewarnai," kata Rini lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rini mengungkapkan perbedaan batik semarang dengan batik pada umumnya adalah corak dan warnanya.

"Batik semarang identik dengan corak gambar Lawang Sewu, burung blekok, pohon asem, Tugu Muda, dan lainnya. Kalau warna, batik semarang mempunyai warna yang terang dan cerah," ujarnya.

KOMPAS.COM/Alek Kurniawan Para pengunjung sedang belajar membatik di Kampung Batik Semarang, Kamis (04/05/2017).
Batik semarang yang dijual di Kampung Batik ini bisa Anda beli mulai harga Rp 50.000. Harga yang tertera pun tergantung dari kualitas bahan, proses pembuatan dan ukurannya.

Kampung Batik Semarang terletak di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Semarang. Anda bisa mengunjungi kampung ini mulai dari pukul 08.00 - 18.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.