Kompas.com - 06/05/2017, 11:18 WIB
Pengunjung menjajal sensasi berfoto di menara pandang di atas pohon (spot foto), Kamis (8/10/2015). Terlihat dalam latar foto itu Waduk Sermo, perbukitan Menoreh, serta Gunung Susukan dan Gunung Ijo. KOMPAS.COM/ERIS EKA JAYAPengunjung menjajal sensasi berfoto di menara pandang di atas pohon (spot foto), Kamis (8/10/2015). Terlihat dalam latar foto itu Waduk Sermo, perbukitan Menoreh, serta Gunung Susukan dan Gunung Ijo.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 450 lampion akan menerangi Waduk Sermo selama 2,5 jam pada Sabtu (13/5/2017) malam.

Atraksi lampion itu merupakan rangkaian kegiatan festival kebudayaan bertajuk Menoreh Night Festival 2017.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Dinas Pariwisata Kulon Progo dan Dinas Pariwisata DI Yogyakarta. Tak hanya atraksi lampion mengapung, pertunjukan kesenian tradisional dan musik juga dipertontonkan selama festival berlangsung.

“Lampion yang menyala itu nanti diapungkan ke sejumlah titik di Waduk Sermo,” kata penanggung jawab Menoreh Night Festival 2017, Rachmat Bayu, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (5/5/2017).

Rachmat mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mempromosikan Waduk Sermo kepada wisatawan, baik lokal maupun asing.

(BACA: Ada Vampir Keliling Pawai Lampion di Kota Singkawang)

Diakuinya, jika panorama yang ditawarkan di sekitar waduk yang diresmikan 1996 itu belum banyak diketahui wisatawan. “Jadi kegiatan ini juga untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Waduk Sermo,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rachmat menjelaskan, 450 lampion yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran itu didatangkan dari Malang.

Dipilihnya lampion lantaran memiliki keunikan dan memberikan daya tarik tersendiri ketika mengapung di atas air.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan menunggu giliran berfoto dengan latar belakang pemandangan Waduk Sermo di obyek wisata Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (2/12/2016). Obyek wisata itu dikembangkan dan dikelola warga setempat sehingga mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di kawasan itu.
“Lampion ini kami tempatkan di spot tertentu. Lampion itu menggunakan lilin yang aman, kedap, dan tidak mencemari air ketika meleleh karena langsung menjadi gas,” kata Rachmat.

Menurut Rachmat, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta, dan Penjabat Buati Kulon Progo, Budiantono yang membuka kegiatan tersebut.

Panitia juga mengundang sejumlah tamu undangan yang bisa membantu mempromosikan Waduk Sermo sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kulon Progo.

“Target Dinas Pariwisata DIY itu menjadikan Waduk Sermo menjadi pusat destinasi wisata di Kulon Progo pada 2019,” tambah Rahmat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Jalan Jalan
Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Jalan Jalan
PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

Travel Update
Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Travel Update
Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Travel Update
10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

Jalan Jalan
Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Travel Update
Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Travel Tips
Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Travel Update
Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Jalan Jalan
Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Travel Update
Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Travel Promo
Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X