Kompas.com - 18/05/2017, 09:06 WIB
Bonita and The hus Band saat tampil di teras rumah Using Desa Kemiren Banyuwangi Selasa (16/5/2017) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiBonita and The hus Band saat tampil di teras rumah Using Desa Kemiren Banyuwangi Selasa (16/5/2017)
|
EditorSri Anindiati Nursastri

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Grup musik "Bonita and The hus Band" tampil di teras rumah Suku Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Selasa malam (16/5/2017).

Penampilan mereka merupakan serangkaian tur #BelongToEachOther Tour 2017 setelah launching album kedua yang berjudul Rumah pada 2016 lalu.

"Kita naik kereta dari Jakarta ke Banyuwangi hampir 20 jam dan bersyukur sekali mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Desa Kemiren," kata Bonita, vokalis grup Bonita and The Hus Band kepada Kompas.com, Selasa (16/5/2017).

Bukan hanya main musik, Bonita dan para personel lainnya juga tinggal di rumah warga sekitar. Selain tampil di Banyuwangi mereka juga tampil di Malang, Surabaya, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Semarang, Salatiga, Solo, dan Yogyakarta.

Bonita mengaku sengaja memilih teras rumah untuk bermain musik karena sesuai dengan judul album keduanya yaitu Rumah. Selain itu dengan bermain musik dia ingin mengajak masyarakat yang hadir untuk sama-sama merayakan kebhinekaan, memelihara kebersamaan.

"Rumah adalah tempat berbagi, tempat kita bisa bercerita apapun tentang keberagaman. Di dalam rumah juga ada berbagai macam sifat. Bapak seperti apa, ibu dan anak juga memiliki sifat yang berbeda-beda tapi semuanya melebur menjadi satu yaitu keluarga," jelas Bonita.

Bonita and The hus Band juga berkesempatan berkolaborasi dengan penyanyi gandrung legendaris Mbok Temu dan musik klasik Banyuwangi yang dimainkan oleh pemain musik tradisional Banyuwangi. Mereka bermain dengan apik di teras rumah Using yang juga menjadi Uni Sanggar milik Edi, seorang warga Kemiren.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penampilan mereka disaksikan oleh warga Banyuwangi yang rela berdiri di gang sempit di depan sanggar Uni. Bonita mengaku mengenal Mbok Temu dan Edi pemilik sanggar saat sama-sama mewakili Indonesia saat bermain musik di Jerman pada tahun 2015. Sejak saat itu mereka intens berkomunikasi hingga akhirnya Bonita memutuskan untuk mengunjungi Banyuwangi untuk pertama kalinya dan bermain musik di Desa Kemiren.

"Selama tiga hari kami bersama-sam,a dan sebelumnya saya juga sudah suka dengan mbok Temu. Dia seorang maestri gandrung yang luar biasa," katanya.

Penampilan Bonita and The hus Band diawali dengan lagu yang berjudul Bromo, kemudian dilanjutkan dengan lagu berjudul Rumah Temanku dan Satu Hari Sebelum Esok yang dinyanyikan dengan berbagai macam bahasa daerah salah satunya Using Banyuwangi.

"Saya bersyukur dan bahagia serta sangat terharu atas sambutan dari masyarakat di sini," katanya.

Suasana semakin terasa hangat saat Bonita mengajak semua pengunjung bersama-sama menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa dan lagu Marilah kemari karya Titiek Puspa.

"Semoga saya bisa diberikan kesempatan untuk bisa bermain musik di Banyuwangi lagi," kata Bonita.

Tepuk tangan yang meriah mengiringi Bonita and The hus Band saat menyelesaikan lagu terakhirnya di gang kecil di Desa Kemiren. Edi, pemilik Uni Sanggar kepada Kompas.com mengaku memang sengaja menempatkan konser Bonita and The hus Band di teras rumahnya agar masyarakat sekitar rumahnya bisa ikut menikmati permainan musik Bonita and The hus Band.

"Musik berkualitas juga bisa tampil di desa. Selain itu kami ingin menunjukkan bahwa musik tradisional bisa berkolaborasi dengan musik modern dan hasilnya sangat luar biasa. Antusias masyarakat sekitar juga bagus. Mereka mendukung dengan menyediakan makanan secara swadaya untuk tamu yang datang," jelas seniman musik Banyuwangi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.