Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angkasa Pura II Meluncurkan Aplikasi Digital Airport Indonesia

Kompas.com - 21/05/2017, 14:50 WIB
Muhammad Irzal Adiakurnia

Penulis

TANGERANG, KOMPAS.com - Dalam momen Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (20/5/2017) PT Angkasa Pura II (Persero) meluncurkan aplikasi Digital Airport Indonesia, dalam rangkaian acara seminar “Kebangkitan Bandara Digital Indonesia”.

Turut mengundang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai keynote speaker, juga melibatkan Penta Helix, terdiri dari akademisi, pemerintahan, pebisnis, komunitas, dan media.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor PT Angkasa Pura II ini selain bertujuan memperkenalkan aplikasi baru bagi pengguna jasa bandara, juga mendiskusikan platform digital menuju smart bandara.

“Semoga ini akan menjadi contoh awal, untuk bandara lain ke depannya, dengan digitalisasi ini akan lebih kuat integrasinya, tidak ada sekat lagi antara operator bandara, aviation, dan maskapai,” ujar Budi Karya, setelah membuka sesi seminar Kebangkitan Bandara Digital Indonesia, Sabtu (20/5/2017)

(BACA: Agar Koper Tak Hilang di Bandara, Kenali 7 Alasan Penyebabnya...)

Setelah dibuka oleh Menteri Perhubungan, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaludin memaparkan langkah digitalisasi bandara yang diabil Angkasa Pura II, juga kegunaan-kegunaan aplikasi Airport Indonesia.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu.
Dari berbagai aktifitas yang ada di bandara, baik kegiatan internal maupun eksternal dengan konsumen, Awaludin menilai ada beberapa tahapan yang mengharuskan integrasi antar beberapa sektor.

“Maka di titik-titik itukah digitalisasi masuk lewat platform app, untuk lebih mengintegrasikan, menyetarakan, dan meningkatkan kualitas pelayanannya,” ujar Awaludin saat pemaparannya sebagai host speaker.

(BACA: Aneka Fasilitas di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta)

Acara seminar sekaligus peluncuran app ini juga dilanjutkan dengan diskusi panel, dari kelima unsur Penta Helix tersebut. Panelisnya ialah Direktur Marketing & Teknologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati, Direktur Niaga Citilink Indonesia Andy Adrian, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Bintang Hidayat, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro, Guru Besar ITB Profesor Suhono Harso, jurnalis KompasTravel Wahyu Adityo Prodjo, Komunitas Travel Blogger Dinni Septianingrum dan Febrian.

Guru Besar ITB Suhono Harso menilai langkah yang dilakukan ini bagus, hanya perlu ditekankan lagi ke tujuannya untuk menjadi smart city atau smart bandara, tak sekedar app.

“Esensi dari digitalisasi bandara itu sebenarnya apa sih, untuk menjadi smart bandara itu gimana? Bukan sekadar bandara udah punya aplikasi, tapi integrasinya yang terpenting antar semua stake holder di bandara, untuk memenuhi pelayanan penumpang dan barang sebagai kliennya,” ujar Suhono.

“Semoga ke depan integrasi yang dilakukan maskapai, aviation, dan bandara akan semakin baik dengan adanya digitalisasi ini. Semua bisa terpantau dengan cepat, dan tepat satu alur informasi, karena yang merasakan bukan cuma pengunjung, tapi internal juga,” kata Nina Sulistyowati.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pesawat Silk Air di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/2/2017).
Sedangkan Wahyu dari sudut pandang jurnalis mencatat masih banyak yag perlu diperbaiki ikhwal pelayanan dari bandara sendiri. Yang paling sering ialah sistem bagasi, transport keluar-masuk bandara, hingga fasilitas garbarata.

Perwakilan Komunitas Travel Blogger, Dinni Septianingrum sangat mengapresiasi adanya aplikasi ini. Ia mengharapkan pengembangannya ke arah yang lebih intim atau detil bagi konsumen.

Ia mengambil contoh dari Bandara Changi yang sudah terlebih dahulu menggunakan platform app dan menyediakan fitur yang lebih lengkap termasuk peta bandara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com