Kompas.com - 22/05/2017, 10:14 WIB
Mausoleum atau bangunan pelindung makam O.G.Khouw di Taman Pemakaman Umum Petamburan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Silvita AgmasariMausoleum atau bangunan pelindung makam O.G.Khouw di Taman Pemakaman Umum Petamburan, Jakarta Pusat.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Tatapan mata langsung tertuju pada sebuah kubah hitam yang terbuat dari batu pualam di bagian tengah Taman Pemakaman Umum Petamburan, Jakarta Pusat. Bangunan tersebut tampak kontras dengan kuburan di sekitarnya yang beukuran tak sampai satu meter. 

Kaki terus berjalan hingga akhirnya mendapati pagar besi dicat emas yang mengelilingi bangunan tersebut, ada patung-patung bergaya Yunani terbuat dari batu pualam putih.

Dari dekat barulah terlihat ada dua batu nisan bertuliskan nama OG Khouw dan Lim Sha Nio. Siapa pun mereka, jelas bukan orang sembarangan melihat bangunan pelindung makam, mausoleum yang begitu megahnya. 

"OG Khouw adalah orang kaya pada zamannya. Khouw lahir di Batavia, meski keturunan Tionghoa, Khouw tak dapat berbahasa Mandarin dan banyak tinggal di Eropa," kata Ketua Komunitas Love Our Heritage, Adjie ditemui di Taman Pemakaman Umum Petamburan, Jakarta, Minggu (21/5/2017). 

(BACA: Makam Megah di Petamburan, Tanda Cinta Istri untuk Suami)

Adjie bercerita ketika pertama kali komunitas Love Our Heritage berkunjung ke mausoleum OG Khouw di akhir tahun 2009, bangunannya sudah sangat tak terawat. Betapa terkejutnya ia ketika siang hari, langsung ada suara cekikik seorang perempuan. Padahal ia datang di siang hari. 

Kompas.com/Silvita Agmasari Peserta tur Jakarta Food Traveler sedang mendengarkan penjelasan dari Adjie, ketua Love Our Heritage di depan puntu ruang bawah tanah Mausoleum O.G .Khouw.
"Ternyata itu suara cekikik anak SMA yang buru-buru membereskan baju. Betapa prihatinnya kami, tempat seperti ini dijadikan tempat mesum. Mau bagaimanapun ini adalah makam tempat bersemayam orang," kata Adjie. 

Dari keprihatinan tersebut komunitas Love Our Heritage akhirnya mulai membersihkan dan merawat rutin mausoleum OG Khouw. Bagi Adjie dan kawan-kawan, bangunan ini adalah bagian dari sejarah yang harus dirawat.

"Setelah Indonesia merdeka, makam ini terakhir dikunjungi oleh keluarga tahun 80-an. OG Khouw dan Lim Sha Nio tidak punya keturunan," kata Adjie.

(BACA: Wah, Pelindung Makam Termegah di Asia Tenggara Ada di Jakarta)

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Travel Update
Apa Itu Penerbangan Carter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Apa Itu Penerbangan Carter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Travel Tips
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Travel Update
Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Travel Update
Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Travel Update
Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Travel Update
Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Travel Tips
Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Travel Update
Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Travel Tips
Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Travel Update
Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Travel Update
Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Travel Update
Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Travel Update
Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X