Kompas.com - 24/05/2017, 21:40 WIB
Wisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, bersiap-siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, bersiap-siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016).
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana menyebut wisatawan mancanegara (wisman) ke Malaysia mulai beralih ke Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Pitana, dalam "Indonesia Street Bukit Bintang Festival 2017" di Kuala Lumpur, Sabtu (20/5/2017), menjadi salah satu indikator semakin banyaknya wisatawan asing yang tertarik untuk turut serta meramaikan festival tersebut.

"Banyak wisman yang biasanya memilih Malaysia kini beralih ke Indonesia," ucapnya.

Hal itu juga salah satunya tampak dari semakin banyaknya wisman dari negara-negara tertentu yang lebih banyak datang ke Indonesia.

"Terutama wisman dari Arab yang ke Indonesia jumlahnya sudah lebih banyak ketimbang yang ke Malaysia," ujarnya.

(BACA: Insentif 15 Dollar AS untuk Mengejar Target 15 Juta Wisman)

Kemenpar mencatat sepanjang 2016, wisman Timur Tengah ke Indonesia mencapai 240.989 orang, sedangkan wisman Timur Tengah yang melancong ke Malaysia hanya sekitar 180.00 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Pitana, turis tampak lebih banyak ke Malaysia karena pengembangan destinasi yang cenderung memusat. Sementara di Indonesia destinasi tersebar di berbagai provinsi.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan asing menyusuri lorong bawah tanah di kompleks Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).
"Kalau di Malaysia turis lebih banyak terkonsentrasi di Kuala Lumpur, misalnya di Bukit Bintang tapi tidak di Johor atau Serawak atau di tempat lain. Sementara di Indonesia bisa di Jakarta, Bali, Yogyakarta, atau tempat lain," katanya.

Salah satu faktor yang membuat banyak wisman beralih ke Indonesia di antaranya adanya kemudahan bebas visa bagi 169 negara, pengembangan 10 destinasi "Bali Baru" hingga semakin banyaknya penerbangan langsung dari berbagai negara ke Indonesia.

Sedangkan Perwakilan Visit Indonesia Tourism Office (VITO) untuk Malaysia, Obeth Syafii mengatakan preferensi wisatawan untuk berwisata kini semakin bertambah sejak Indonesia mengembangkan 10 destinasi "Bali Baru".

"Mereka semakin banyak pilihan tidak hanya ke Malaysia, tapi Indonesia semakin kompetitif ditambah pesaing lain yang juga berkembang," kata Obeth.



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X