Kompas.com - 25/05/2017, 13:05 WIB
Penjual Lotek Pegagan, Sri Agus (55) di kiosnya di Pedukuhan Salak Malang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (24/5/2017). KOMPAS.com/TEUKU MUH GUCI SPenjual Lotek Pegagan, Sri Agus (55) di kiosnya di Pedukuhan Salak Malang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (24/5/2017).

(BACA: Yuk, Coba Es Dawet Legendaris Langganan Jokowi di Pasar Gede Solo)

Dawet misalnya, cendolnya terbuat dari campuran tepung tapioka dan daun pegagan. Harga makanan yang dijual di gerai-gerai tersebut sangat terjangkau, mulai dari Rp 3.500 sampai Rp 15.000.

Belakangan diketahui, gerai-gerai itu merupakan binaan KWT Pawon Gendis. Penjualnya pun merupakan anggota KWT Pawon Gendis. "Memang pedukuhan ini sedang dalam proses untuk menuju kampung wisata," kata Ketua KWT Pawon Gendis, Dwi Martuti Rahayu (34).

Tuti, panggilan akrabnya, mengatakan, bukan tanpa alasan Pedukuhan Salak Malang diarahkan untuk menjadi kampung wisata. Sebab Pedukuhan Salak Malang kemungkinan besar akan dilalui jalan tol yang terhubung langsung dengan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Saya juga siapkan 'kandang pegagan'. Saya rubah kandang sapi seperti tempat kumpul. Nanti menunya dari gerai-gerai yang ada di pinggir jalan. Saya juga buat menu minuman yang bahannya dari pegagan seperti milkshake, burger, roti bakar, latte," ujar Tuti.

Ke depan, menurut Tuti, sejumlah rumah warga juga akan dimanfaatkan menjadi homestay. Setiap pengunjung yang menginap bisa mencoba bagaimana rasanya menjadi warga yang tinggal di pedukuhan.

"Jadi rumah yang disiapkan apa adanya tidak ditambah-tambah. Cuma dari segi kebersihan memang lebih diperhatikan. Makanan yang disiapkan di homestay itu juga apa adanya. Tidak menu yang aneh-aneh," kata Tuti seraya menyebut rencana pedukuhan wisata itu sudah bisa dimulai sebelum Lebaran tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang penjual lotek, Sri Agus (55), mengatakan, dirinya memadukan sayur bayam dan daun pegagan untuk memberikan sensani yang berbeda ketika menyantapnya.

Uniknya, daun pegagan yang menjadi bahan utama lotek itu dipetik langsung dari pot. Setiap daun pegagan yang dipetik langsung dicuci Sri sebelum dicampur menjadi satu dengan bayam dan sambal kacang.

"Syukur pembelinya juga banyak dari wilayah sini (Kalibawang). Tapi ada juga yang dari Sleman, Yogyakarta, sampai Kudus juga ada. Mereka biasanya kalau mau beli kirim pesan singkat dulu. Mereka tahu setelah pernah berkunjung ke sini," kata Sri. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.