Kompas.com - 26/05/2017, 21:05 WIB
Wisatawan melewati tembok rumah merah atau juga dikenal dengan sebutan Tiongkok Kecil Heritage di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Tiongkok Kecil Heritage adalah salah satu bangunan bergaya Cina Hindia di Desa Karangturi yang telah direnovasi. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWisatawan melewati tembok rumah merah atau juga dikenal dengan sebutan Tiongkok Kecil Heritage di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Tiongkok Kecil Heritage adalah salah satu bangunan bergaya Cina Hindia di Desa Karangturi yang telah direnovasi.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Lasem, sebuah kota kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah punya daya tarik sejarah yang kuat. Kota ini terkenal dengan julukan "China Kecil" lantaran sejarah masuknya bangsa China ke Lasem serta peninggalan-peninggalannya.

Lasem pun juga dikenal sebagai destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat berada di Pantai Utara Jawa. Selain rumah-rumah bergaya China Hindia, Lasem juga punya wisata alam dan kuliner yang mesti dicoba.

BACA: Mengungkap Daya Tarik Wisata di Lasem yang Caem

Lalu, kapan waktu terbaik untuk berlibur ke Lasem? Kontributor Kesemsem Lasem, Agni Malagina mengatakan wisatawan bisa datang pada bulan-bulan tertentu berdasarkan tujuan wisata yang ingin dilihat di Lasem.

"Kalau mau barengin adat istiadat ritual ada waktu-waktunya. Kalau mau sunset yang bagus banget, ya bulan-bulan ini (Mei-Juni). Bulan-bulan lain sunset-nya payah," kata Agni saat dihubungi KompasTravel, Jumat (26/5/2017).

KOMPAS.com / Garry Andrew Lotulung Pengunjung tengah melihat interiot Klenteng Gie Yong Bio yang terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Atap bangunan Klenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, klenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China.
Agenda-agenda upacara adat istiadat di Lasem antara lain sembayang Tuhan Allah di kelenteng dan Lawang Ombo, Cengbeng pada bulan April, Haul Eyang Sambu pada bulan September, dan acara-acara lain.

Wisatawan juga bisa melihat suasana pepohonan yang meranggas layaknya di Afrika pada bulan September - Oktober. Suasana tersebut bisa dilihat seperti di sekitar Pantai Caruban dan di Hutan Jati Gunung Bugel.

"Karangturi lagi menjelang Imlek itu bagus. Lalu harian ya bagus kalau di Pecinan asal golden hour ya," jelasnya.

BACA: Liburan ke Lasem? Ini Panduan Transportasinya...

KompasTravel sendiri pernah berkunjung ke Lasem pada bulan Februari lalu. Hampir setiap pagi hari, hujan kerap turun. Menjelang siang, langit di Lasem mulai cerah.

Untuk penggemar fotografi lanskap, dari pengalaman KompasTravel, foto-foto langit cenderung tak berwarna biru. Hanya ada awan-awan putih yang terlihat. Namun, untuk fotografi bangunan, bulan Februari masih direkomendasikan. Sambil menunggu cuaca cerah Anda bisa melakukan wisata yang lain seperti kuliner.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X