Saat "Traveling", Pernah Coba Makan Rujak Cingur?

Kompas.com - 27/05/2017, 03:12 WIB
Rujak Cingur. KOMPAS/RADITYA HELABUMIRujak Cingur.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelancong milenial atau millenial traveler asal Indonesia mencari tempat makan yang populer di sosial media.

"Mereka mencari tempat makan yang trending di sosial media," kata Gede Gunawan, Country Director Agoda International Indonesia, saat temu media di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Agoda Indonesia melakukan riset kepada 1.000 orang Indonesia dengan umur 25-35 tahun. Responden adalah orang-orang yang bisa melakukan perjalanan di Indonesia maupun ke luar negeri. Sebanyak 47 persen responden mencari restoran yang populer di media sosial.

Walaupun 54 persen responden menjawab pernah atau akan mencoba makan rujak cingur, tetapi 29 persen responden mengaku mencoba makanan yang aman saja. Rujak cingur merupakan makanan tradisional khas Jawa Timur yangmenggunakan hidung sapi sebagai bahan utamanya. Sementara itu, hanya 10 persen yang mau mencoba makanan ekstrem seperti jeroan binatang.

Sebanyak 47 persen responden mengaku saat traveling makan lebih sering, yaitu bisa tiga kali makan siang dan tiga kali makan malam. Hal ini menunjukan bahwa wisata kuliner memegang peranan penting dalam traveling bagi pelancong milenial.

Apalagi, riset menunjukan sebanyak 36 persen responden menjawab "makan" sebagai hal yang biasa dilakukan setelah check-in dan keluar dari hotel. Jawaban teratas adalah "eksplorasi" yang dijawab 45 responden.

Public Relations Manager-Indonesia untuk Agoda, Patricia Muljadi, menuturkan salah satu hal menarik berdasarkan riset tersebut adalah pelancong milenial sarapan dengan makanan dessert atau hidangan penutup.

"Seperti waffle dan es krim," kata Patricia pada kesempatan yang sama.

Berdasarkan hasil riset tersebut, sebanyak 73 persen responden mengaku memakan dessert sebagai makanan pertama ketika memulai harinya. Data lainnya yang berhubungan dengan wisata kuliner adalah, sebanyak 64 persen responden mengaku ketika liburan mencari makanan kaki lima yang enak.

Selain itu, 46 persen responden mengaku mengunjungi pasar malam untuk mencari jajanan. Sedangkan 42 persen responden pergi dari kafe ke kafe.

Sementara itu, hanya 19 persen responden mencari makanan berdasarkan aromanya. Sebaliknya, 90 persen responden mengaku ketika traveling, mereka berusaha menemukan makanan terkenal.

Menurut Gede, Agoda menyediakan 19.500 akomodasi di Indonesia. Sementara itu, untuk dunia tersedia 1,3 juta akomodasi. Kampanye Agoda Indonesia #agodabasecamp melibatkan beberapa influencer seperti Clairine Clay, Marissa Nasution, Ernanda Putra, dan Keenan Pearce.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X