"Millennial Traveler" Gemar Tersesat Saat Liburan

Kompas.com - 27/05/2017, 05:11 WIB
Destinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADestinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelancong milenial atau millennial traveler senang mendapatkan tantangan saat melakukan perjalanan. Hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang tipikalnya lebih senang perjalanan yang serba beres.

"Kalau generasi saya, maunya traveling beres, ngapain pakai riset-riset sendiri. Tapi ternyata riset kami, 77 persen milenial Indonesia maunya liburannya ditantang. Ada tantangan, Misalnya mereka maunya 'get lost' (tersesat), 52 persen sengaja pergi ke tempat-tempat yang tidak diketahui dan get lost, entah saat berjalan kaki atau driving (menyetir mobil)," kata Gede Gunawan, Country Director Agoda International Indonesia, saat temu media beberapa waktu yang lalu.

Agoda Indonesia melakukan riset kepada 1.000 orang Indonesia dengan umur 25-35 tahun. Responden adalah orang-orang yang bisa melakukan perjalanan di Indonesia maupun ke luar negeri.

Dok. Agoda Indonesia Gede Gunawan Country Director Agoda Indonesia dalam sesi Agoda Check In Step Out Media Meet.
"Tahun ini dan tahun lalu, kita fokus di milenial. Ini pasar yang besar di Indonesia. Saat kita riset, milenial maunya stay bukan di hotel tapi 'basecamp', jadi habis check-in, lalu step-out dan exploring," jelas Gede.

Sementara itu, lanjut Gede, 90 persen responden mengakui saat liburan mencari tempat-tempat makan yang populer di sosial media. Hasil riset tersebut juga menunjukan bahwa mayoritas pelancong milenial ingin liburan yang berinteraksi dengan alam.

Artis peran dan pembawa acara, Marissa Nasution, pada kesempatan yang sama mengakui bahwa dirinya pun selalu berusaha mencari tempat liburan yang berhubungan dengan alam. Marissa sendiri diketahui memiliki hobi traveling.

"Buat aku sudah pasti, kita tinggal di kota besar, yah seperti kurang kehijauan dalam hidup kita. Kalau weekend, harus keluar dari kota untuk lihat mother nature," jelasnya.

Marissa juga mengakui setiap berlibur, ia akan melakukan riset sendiri mulai dari tempat menginap, tempat yang akan dikunjungi, hingga transportasi lokal. "Kalau melakukan riset sendiri, kita harus siap kalau sudah sampai sana. Misalnya subway Jepang, walau sudah siap sampai print peta segala, tetapi 'get lost' juga," kata Marrissa.

Walau begitu, bagi Marissa, saat tersesat bukan buang-buang waktu. Menurutnya saat tersesat, ia selalu menemukan hal-hal baru yang tak terduga tetapi berkesan dan menjadi pengalaman tersendiri.

Menurut Gede, Agoda menyediakan 19.500 akomodasi di Indonesia. Sementara itu, untuk dunia tersedia 1,3 juta akomodasi. Kampanye Agoda Indonesia #agodabasecamp melibatkan beberapa influencer seperti Clairine Clay, Marissa Nasution, Ernanda Putra, dan Keenan Pearce.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X