Cerita Ramadhan dari Masjid Termegah di Lhokseumawe

Kompas.com - 29/05/2017, 17:04 WIB
Warga menunggu pembagian kanji rumbi gratis di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (28/5/2017). KOMPAS.com/MASRIADIWarga menunggu pembagian kanji rumbi gratis di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (28/5/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Bangunan dengan nama lengkap Islamic Centre Lhokseumawe itu menjulang ke langit. Berada di pusat kota, masjid ini merupakan masjid termegah di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Didirikan sejak tahun 2001 silam di atas lahan seluas 33.748 meter dengan luas bangunan 16.475 meter persegi menjadikan masjid itu sebagai pusat perhatian warga yang berkunjung ke kota itu.

Saat bulan Ramadhan, masjid dengan ornamen Timur Tengah itu dipenuhi agenda keagamaan yang super padat.

(BACA: Selama Ramadhan, Islamic Center Lhokseumawe Sediakan Kanji Rumbi)

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Islamic Centre, Tgk Ramli Amin, Senin (29/5/2017) menyebutkan kegiatan seperti shalat tarawih berjamaah, tadarus Al Quran, tausiah bakda subuh, bakda zuhur hingga bakda asar.

“Jika Ramadhan begini kita bagikan bubur kanji rumbi juga,” kata Ramli.

Tahun ini, menurut Ramli, kanji yang dibagikan sebanyak 800 porsi per hari. Tausiah keagamaan pun membahas mulai dari ilmu tauhid, fiqih, dan tasauf.

(BACA: Aneka Hidangan Berbahan Yoghurt, Bisa untuk Sahur dan Buka Puasa)

Menariknya, penceramah di masjid ini sebagian besar adalah ulama kharismatik Aceh seperti Abu Kuta Krueng, Tengku Nuruzzahri (Waled Nu), Tengku M Nur (Abu Kenire), Tengku Mustafa Ahmad (Abu Paloh Gadeng), Tengku Abdul Manan (Abu Manan), Zulkarnaeni Juned dan lain sebagainya.

“Tausiah ini juga disertai diskusi,” kata Ramli.

KOMPAS.com/MASRIADI Warga menunggu pembagian kanji rumbi gratis di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (28/5/2017).
Ramli mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan dalam menjalankan ibadah puasa seperti balapan sepeda motor saat ibadah berlangsung dan juga bakar petasan.

Masyarakat sebaiknya hidupkan kembali malam-malam Ramadhan dengan berzikir dan tadarus.

Usai shalat asar, ratusan warga akan mengantre di depan posko kanji rumbi masjid itu. Mereka menunggu pembagian kanji (bubur) gratis tersebut.

“Biaya pembuatan kanji ini berasal dari masyarakat dan kantor pemerintah serta swasta,” pungkas Ramli.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X