Kompas.com - 30/05/2017, 22:05 WIB
Sushi tempe, sedikit berbeda dengan sushi pada umumnya, hanya lapisan tempe menghiasi bagian atas sushi. Hidangan ini menjadi olahan tempe yang cukup banyak diminati di Jepang. DOK. RUSTONOSushi tempe, sedikit berbeda dengan sushi pada umumnya, hanya lapisan tempe menghiasi bagian atas sushi. Hidangan ini menjadi olahan tempe yang cukup banyak diminati di Jepang.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

Istrinya merupakan tamu dari Jepang yang tak sengaja berkenalan di hotel tempat ia bekerja. Saat Rustono mengajaknya ke pelaminan, syarat terberat yang diajukan sang istri ialah pindah ke Negeri Sakura.

Tidak langsung mengabulkan, Rustono pun kroscek menghubungi kerabatnya di sana. Sang teman pun memberi gambaran pekerjaan di sana. Ia memilih untuk menjadi pengusaha di Negeri Sakura, dibanding harus bekerja dengan jam yang sangat padat.

Perjanjian pun akhirnya disepakati. Pada 1997, Rustono pindah ke Jepang dengan syarat ia ingin membuka usaha. Uniknya, ia membatasi janjinya sendiri. Jika dalam waktu enam bulan usahanya belum menghasilkan laba, maka dengan segala risiko, ia akan putuskan untuk bekerja.

“Saat sampai ke sana belum tahu mau usaha apa, makanya sering pinjam sepeda berkeliling lah nyari inspirasi. Suatu saat lihat susu kedelai, nato, tahu, hampir semua olahan kedelai ada, tapi tak ada tempe!” katanya.

Di minggu pertama, Rustono rutin sering menelfon ibunya di desa untuk memintanya mengajari cara membuat tempe. Namun, selama empat bulan mencoba ratusan kali, tak ada yang berhasil.

Saat itu, untuk menghidupi keluarganya, ia memilih bekerja di pabrik makanan selama tiga tahun. Selain untuk mencari uang, Rustono berniat mempelajari etos kerja orang Jepang di pabrik makanan sehingga bisa ia terapkan nanti di pabrik tempenya.

Selama empat bulan tersebut, selepas pulang kantor, Rustono terus mencoba membuat tempe namun hasilnya nihil. Sampai pada musim semi, ia coba menggunakan air gunung dari kuil di sana dan berhasil membuat tempe. Tapi ia tak tahu aman dikonsumsi atau tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pulang ke Indonesia pun menjadi jalan keluarnya. Sembari bertemu sang ibu, ia belajar ke lebih dari 60 pengrajin tempe di Jawa. Pengrajin tersebut berada di Jogja, Semarang, Solo, Grobogan, hingga Bogor.

Sepulangnya ke Jepang, dengan membawa pengetahuan membuat tempe yang baik, ia langsung mengaplikasikannya dan menjualnya hanya untuk orang Indonesia. 

Akhirnya 20 tempe perama buatannya laku terjual pada orang Indonesia di sana. Walaupun beralasan saling tolong-menolong, akhirnya kurang dari enam bulan ia membuktikan usahanya terjual. Dengan alat seadanya ia pun terus berusaha membuat tempe untuk dijual kepada temen-temannya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Jalan Jalan
Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Jalan Jalan
Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Travel Promo
Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Jalan Jalan
6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

Travel Tips
Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Jalan Jalan
4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

Jalan Jalan
Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary
3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

Jalan Jalan
Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Jalan Jalan
Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Jalan Jalan
4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

Travel Tips
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.