Kompas.com - 09/06/2017, 21:07 WIB
Kapal Pesiar Pacific Eden sandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (13/4/2017). ARSIP KEMENPARKapal Pesiar Pacific Eden sandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (13/4/2017).
EditorI Made Asdhiana

NUSA DUA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2017 akan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang tahun ini yang menargetkan 15 juta wisman dan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019.

Penyelenggaraan BBTF 2017 berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre, ITDC, Nusa Dua pada 7-10 Juni 2017.

BBTF 2017 yang diselenggarakan oleh Asita Bali dan didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini diikuti 241 buyers dari mancanegara dan 200 sellers dari para pelu bisnis (industri) pariwisata Indonesia dari berbagai daerah di Tanah Air.

(BACA: Biasanya ke Malaysia, Kini Wisman Beralih ke Indonesia)

Penyelenggaraan BBTF yang memasuki tahun ke-4 kali ini mengambil tema "Meet, Connect and Explore The Archipelago".

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan asing menyusuri lorong bawah tanah di kompleks Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan BBTF oleh para pelaku bisnis pariwisata.

Menurut Arief, BBFT banyak diminati para buyers potensial dari seluruh dunia yang ingin ‘berbelanja’ paket wisata yang ada di Bali dan destinasi wisata di kawasan Indonesia Timur (Bali Beyond).

“Great Bali merupakan mesin pencetak wisman karena sekitar 40 persen wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Bali. Great Bali kita jadikan sebagai ‘jendela pariwisata’ Indonesia dan sangat efektif dalam menarik kunjungan wisman untuk melanjutkan wisata ke kawasan Indonesia Timur atau Bali beyond,” kata Arief Yahya dalam siaran persnya, Kamis (7/6/2017).

Menpar menjelaskan untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang ditargetkan 20 juta wisman pada 2019 telah disiapkan 10 destinasi yaitu Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Bandung, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

“Ke-10 destinasi ini di-branding dan dipasarkan di antaranya melalui event bursa pariwisata internasional di dalam dan luar negeri,” kata Arief Yahya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan asing di rumah adat Flores di Desa Jopu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
Menurut Ketua Pelaksana BBTF 2017 yang juga sebagai Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana, BBTF memiliki nilai strategis bagi pariwisata Bali karena sebagai pendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali maupun Indonesia serta  sebagai ajang promosi pariwisata bagi destinasi di luar Bali termasuk 10 destinasi prioritas atau sebagai "Bali Baru".

Selama ajang pameran BBTF 2017, menurut Ardana, Sumsel dan Yogyakarta akan menjadi highlight yang ditonjolkan, “Sumatera Selatan dan Yogyakarta ikut kita promosikan, hal ini merupakan salah satu bentuk promosi Asian Games 2018 yang akan dilangsungkan di Palembang dan Jakarta,” kata Ardana. (*)

************************

Ingin mencoba wisata cruise gratis Singapura - Malaka - Singapura? Caranya gampang, ikuti kuis dari Omega Hotel Management di sini. Selamat mencoba!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.