Kompas.com - 15/06/2017, 07:26 WIB
Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-39 digelar di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Sabtu (10/6/2017). Pelepasan pawai dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggantikan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir. PKB berlangsung selama sebulan penuh di Taman Budaya Bali atau Art Center dari 10 Juni hingga 8 Juli 2017. ARSIP KEMENPARPawai Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-39 digelar di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Sabtu (10/6/2017). Pelepasan pawai dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggantikan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir. PKB berlangsung selama sebulan penuh di Taman Budaya Bali atau Art Center dari 10 Juni hingga 8 Juli 2017.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Bali tahun ini dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di dunia dalam ajang penghargaan TripAdvisor lewat Travellers' Choice Awards 2017.

Penghargaan tersebut sekaligus mengukuhkan Bali sebagai wisata kelas internasional, yang mampu memikat hingga 4,92 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam setahun berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2016.

Untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, bukan semudah seperti membalikkan tangan. Puluhan tahun Pulau Dewata membangun wisata dan tugas terberat adalah mempertahankan serta meningkatkan kunjungan wisatawan.

(BACA: Berita Foto: Meriahnya Pembukaan Pesta Kesenian Bali 2017)

Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Yuniartha saat acara peluncuran logo baru daerah destinasi wisata Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (14/6/2017) menceritakan kunci sukses membangun pariwisata di Bali.

"Bali sangat kecil, hanya 5.600 kilometer persegi, dengan sembilan kabupaten/kota yang jaraknya berdekatan, tak jauh. Tetapi kami membuat 64 kegiatan festival di seluruh Bali. Kami sebar untuk calendar of event Indonesia dan dunia," kata Yuniartha.

Pementasan sendratari Ramayana dan Tari Kecak di komple Pura Uluwatu, Bali.
Menurutnya aspek budaya menjadi daya tarik nomor satu wisatawan yang berkunjung ke Bali. Lewat sebuah survei, Yuniartha mengatakan sebanyak 65 persen wisman menyukai budaya.

"Kami mengikrarkan diri sebagai pariwisata budaya berbasis lingkungan. Sejak tahun 2013 sampai tahun 2018 kami akan membangun 100 desa wisata. Kami tak muluk-muluk membuat desa wisata, antara satu dengan yang lain tak sama, pasti berbeda," ujar Yuniartha.

(BACA: Perang Tarif Hotel di Bali, Inilah Penyebabnya...)

Ia menjelaskan, tak melulu harus membuat pentas kesenian dan mengundang wisatawan di desa. Dari yang paling sederhana, seperti aktivitas masyarakat Bali dari mulai bangun hingga tidur dapat dijadikan atraksi wisata bagi wisatawan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.