Belajar Kaligrafi Jepang di Asakusa

Kompas.com - 20/06/2017, 15:09 WIB
Huruf dasar kanji dan perangkat menulis di Asakusa, Tokyo, Jepang, Sabtu (3/6/2017). Penulisan huruf kanji yang bermakna membutuhkan perhatian khusus. Tidak sembarang coretan bisa dilakukan untuk memperoleh hasil karya sempurna. KOMPAS/STEFANUS OSA TRIYATNAHuruf dasar kanji dan perangkat menulis di Asakusa, Tokyo, Jepang, Sabtu (3/6/2017). Penulisan huruf kanji yang bermakna membutuhkan perhatian khusus. Tidak sembarang coretan bisa dilakukan untuk memperoleh hasil karya sempurna.
EditorI Made Asdhiana

Sebagai latihan awal, tiga goresan lurus horizontal dan ditutup mengikuti ujung lembut kuas yang langsung diangkat ke atas. Selanjutnya, garis vertikal dari atas ke bawah. Juga, belajar membuat titik dengan sedikit menekan kuasnya.

Berulang kali, Aska tersenyum melihat satu per satu goresan hasil latihan kami. Tak pernah disalahkan. Hanya sedikit diberitahukan agar lebih hati-hati menggoreskan ataupun memperhatikan kekentalan tinta yang terserap di kuas.

Langkah selanjutnya, ada deretan kata-kata bijak berhuruf kanji yang bisa dipilih, misalnya shinra (kebenaran), shinrai (percaya), taishi (ambisi), ai (cinta), kibou (harapan), shiawase (kebahagiaan), yume (impian), dan masih banyak lagi. Lagi-lagi, latihan menulis pun diajarkan alur goresannya secara berurutan.

Dan... tibalah dibagikan sebuah kertas karton dupleks keras bergaris emas di bagian tepinya. Inilah latihan terakhir mewujudkan goresan-goresan tulisan itu. Bikin deg-degan. Rasanya mudah, tetapi ternyata hasilnya memang menjadi sebuah pengalaman personal yang bisa dibawa pulang sebagai kenangan.

Program mengenal kebudayaan Jepang di tempat itu memang tergolong unik. Tidak hanya kaligrafi yang harganya 5.400 yen (Rp 648.000) per orang, tetapi ada juga belajar seremoni minum teh 3.240 yen, mengenakan kimono 4.320 yen, bernostalgia kostum dan sesi foto 7.500 yen, membuat lampion kertas orisinal Jepang atau Andon Chochin 5.400 yen, menunggang becak Jepang 3.240 yen atau belajar menjadi pengemudi becak Jepang (rickshow) secara kelompok 32.400 yen, ada juga becak Jepang lainnya yang disebut palanquin 32.400 yen, main alat musik Jepang (shamisen) 5.400 yen (biasanya perlu dua orang) dan fan throwing games 3.240 yen.

Melestarikan kebudayaan sebagai kekhasan masih memiliki nilai jual tersendiri. Banyak wisatawan pun tak ingin hanya dapat menikmati kekayaan alamnya, tetapi budaya literasi yang kerap menjadi daya tarik tersendiri. (STEFANUS OSA)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X