Mengapa Jakarta disebut "The Big Durian"?

Kompas.com - 23/06/2017, 04:03 WIB
Monas Selalu Diminati Warga

Ribuan warga Jakarta dan di luar Jakarta memadati kawasan silang Monas pada libur Natal yang jatuh pada hari Rabu (25/12/2013). Mereka berbondong-bondong mendatangi Tugu Monas, karena tiket masuk terbilang murah untuk sekadar menghabiskan liburan Natal. Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh ummi hadyah salehMonas Selalu Diminati Warga Ribuan warga Jakarta dan di luar Jakarta memadati kawasan silang Monas pada libur Natal yang jatuh pada hari Rabu (25/12/2013). Mereka berbondong-bondong mendatangi Tugu Monas, karena tiket masuk terbilang murah untuk sekadar menghabiskan liburan Natal. Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota New York di Amerika Serikat memiliki julukan The Big Apple. Tak berbeda jauh dengan New York, Jakarta juga memiliki julukan nama buah. The Big Durian adalah julukan khusus bagi Jakarta.

Uniknya nama lain Jakarta tersebut lebih terkenal di kalangan ekspatriat atau wisatawan asing dibanding kalangan masyarakat Jakarta sendiri. Sebenarnya apa arti dari The Big Durian?

Lewat situs tanya jawab online, Quora, beberapa orang memberi tanggapan mengapa Jakarta diberi julukan The Big Durian.

"Ini karena Jakarta mirip New York-nya Indonesia. Durian itu buah yang berbau busuk berasal dari daerah ini (Jakarta) dan sangat dicintai oleh mayarakat lokal dan sangat mengganggu penciuman orang yang tidak tumbuh besar mengenal durian," kata Michael Barnard asal Kanada.

Berbeda dengan Barnard, menurut Wirawan Winarto dan Eva Km, ada alasan lain mengapa Jakarta disebut The Big Durian.

"Karena kalau tidak cinta, ya pasti benci, tak pernah di tengah-tengahnya," sebut Wirawan Wiranto.

Eva Km juga menyebut karena kebanyakan orang memiliki hubungan benci-cinta dengan Jakarta, sama halnya ketika orang suka dengan buah durian. Walau bau, pada akhirnya banyak orang yang suka akan buah itu.

Jawaban terakhir dari Jasper Budiono mengungkapkan banyak orang yang memiliki persepsi Jakarta bagaikan buah durian.

"Orang yang tidak kenal Jakarta seperti orang yang tak pernah mencicipi buah durian, baunya busuk. Namun bagi orang yang telah mengenal Jakarta dan mengetahui nilai sesungguhnya dari durian (Jakarta), bisa menikmati harta karun yang tersembunyi," kata Budiono.

Ia sendiri mengatakan butuh dua tahun bagi istrinya yang berasal dari Australia untuk memahami Jakarta, hingga saat pulang kampung sang istri hanya mau berwisata di Australia tak lebih dari seminggu dan kembali ke Jakarta. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X