Kompas.com - 06/07/2017, 21:17 WIB
Taman yang kerap disebut Water Palace ini dibangun pada 1909 di bawah pemerintahan Raja Karangasem yang terakhir bertahta. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRITaman yang kerap disebut Water Palace ini dibangun pada 1909 di bawah pemerintahan Raja Karangasem yang terakhir bertahta.
EditorI Made Asdhiana

“Untuk itu saya harap dalam diskusi kita kali ini dapat muncul ide-ide brilian dalam mengembangkan pariwisata Bali, baik dari segi infrastruktur maupun penambahan destinasi baru sehingga tidak ada kesan menoton dalam perkembangan pariwisata Bali. Suatu pembaruan juga dapat memberikan daya tarik yang baru bagi wisatawan agar mereka tidak cepat berpaling ke daerah lain,” ujar Sudikerta.

Pada diskusi yang dipandu oleh Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, Dr Gusti Kade Sutawa disebutkan permasalahan pariwisata saat ini masih sangat kompleks seperti permasalahan sampah, kemacetan dan persaingan tarif dalam dunia perhotelan masih tidak bisa dihindarkan.

Terkait dengan pemerataan pembangunan, Sutawa mengusulkan agar pemerintah segera membangun akses penghubung antara Bali utara dengan Bali selatan. Selanjutnya membangun destinasi wisata baru di Bali utara sehingga wisatawan tidak hanya terpusat di Bali selatan semata.

Ia juga mengatakan perkembangan hotel di Bali juga semakin pesat dan menimbulkan berbagai dampak diantaranya adalah kemacetan.

Untuk itu Sutawa meminta pemerintah melakukan riset terkait daya tampung dan berapa sebenarnya Bali membutuhkan hotel agar tidak terjadi kelebihan kapasitas pembangunan hotel di Bali.

ARSIP HUMAS PEMPROV BALI Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengajak diskusi praktisi pariwisata, di kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Bali, Kamis (6/7/2017).
Ketua Umum Forum Bela Negara DPW Bali, Agustinus Nahak mengatakan, terkait isu intoleransi yang belakangan ini merongrong masyarakat Indonesia termasuk Bali, juga harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, hal tersebut juga dapat mempengaruhi perkembangan pariwisata Bali.

Lebih jauh, sejumlah praktisi dan pelaku pariwisata yang hadir memberi pandangan mereka terkait upaya untuk menghadapi persaingan.

Mereka sepakat bahwa Bali harus tetap konsiten dan lebih serius menggarap wisatawan berkualitas agar mampu memenangkan persaingan. (Tribun Bali)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.