Ada "Hotel Gantung", Pemkab Purwakarta Akan Maksimalkan Potensi Wisata Gunung Parang

Kompas.com - 08/07/2017, 18:06 WIB
Aksi Mulyana meniti tali di ketinggian 899 meter di antara dua pucuk Gunung Parang, Purwarkara, Jawa Barat, memecahkan rekor mountain highline tertinggi di Indonesia dengan panjang lintasan 35 meter dan 50 meter. KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMOAksi Mulyana meniti tali di ketinggian 899 meter di antara dua pucuk Gunung Parang, Purwarkara, Jawa Barat, memecahkan rekor mountain highline tertinggi di Indonesia dengan panjang lintasan 35 meter dan 50 meter.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

PURWAKARTA, KOMPAS.com -  Bupati Purwakarta tampaknya serius membangun ikon-ikon pariwisata Purwakarta. Setelah Air Mancur Taman Sri Baduga, tampaknya Gunung Parang akan digarap secara total.

“Purwakarta akan memiliki destinasi-destinasi unggulan, selain yang gratis seperti taman air mancur dan museum, tapi juga ada ikon hotel gantung Pajajaran Anyar skylodge itu,” ujar  Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, saat dihubungi KompasTravel, Jumat (7/7/2017).

BACA: Pertama di Asia, Hotel Bergantung Hadir di Gunung Parang Purwakarta

Hingga saat ini pemerintah daerah bersama Badega Gunung Parang dan masyarakat setempat masih konsen mengejar target pembuatan hotel gantung tersebut. Badega Gunung Parang adalah salah satu operator wisata outdoor seperti panjat tebing, via feratta, dan lain-lain.

Setelah hotel ini jadi dan bisa beroperasi pada Oktober 2017, Dedi menyebutkan akan terus mengembangkan kawasan Gunung Parang menjadi salah satu pusat pariwisata Purwakarta. Dengan membangun akses jalan, fasilitas, hingga atraksi wisata lainnya disana.

Masterplan-nya nanti ada terminal mobil, ada kuda tunggang, pasar kuliner, ada homestay-homestay yang dibangun berdasarkan kebutuhan,” ujarnya.

Rancangan Skylounge Pajajaran Anyar di Gunung Parang, Purwakarta.Doc. Badega Gunung Parang Rancangan Skylounge Pajajaran Anyar di Gunung Parang, Purwakarta.
Ke depannya, lanjut Dedi, untuk mencapai titik start via feratta pengunjung akan menunggangi kuda. Kendaraan mereka diparkirkan di terminal buatan.

Untuk penginapan, setelah 11 kamar skylodge Pajajaran Anyar dibangun, akan disusul pembangunan beberapa homestay dari rumah warga, lalu ada rumah pohon di atas bukit.

BACA: Hotel Gantung Tertinggi Sedunia di Purwakarta Bisa Dicoba Oktober 2017

Untuk atraksi wisata, selain slackline dan panjat tebing, wisatawan juga nanti bisa menginap di homestay sembari memancing. Ikannya akan dimasak langsung oleh wisatawan dan warga di sana.

Masih banyak dan terawatnya pesawahan warga juga bisa menjadi obyek wisata. Paket wisata pun bisa dibuat, selain wisata Gunung Parang, wisatawan bisa ikut menanam padi hingga proses panennya. Memancing ikan, dan tentunya menyaksikan keindahan kota Purwakarta dari "hotel gantung" Pajajaran Anyar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X