Kompas.com - 13/07/2017, 17:04 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya melepas peserta Bintan Triathlon 2015 di kawasan Lagoi, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2015). Bintan Triathlon 2015 diikuti 1.200 peserta dari 46 negara. INDONESIA.TRAVEL/HIMAWANMenteri Pariwisata Arief Yahya melepas peserta Bintan Triathlon 2015 di kawasan Lagoi, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2015). Bintan Triathlon 2015 diikuti 1.200 peserta dari 46 negara.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pulau Bintan merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan perhelatan sport tourism tingkat Internasional.  Bagi turis Asia-Australia pecinta sport tourism, mungkin sudah tak asing dengan Triathlon Ironman 70.3 Bintan, Tour De Bintan, Moon Run, dan banyak agenda wisata olahraga lainnya.

Jika dilihat manfaatnya bagi pariwisata, sport tourism memang tidak memberikan hasil langsung terhadap kedatangan jumlah wisman.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan bahwa jika dikalkulasi, pendapatan langsung memang tidak bisa dipastikan secara langsung. Namun terbukti dengan total kedatangan wisatawan mancanegara ke Pulau Bintan masuk dalam peringkat lima besar di Indonesia.

BACA: Ironman 70.3 Kembali Digelar di Bintan, Kali Ini Lebih Besar

"Bahkan kalau dilihat kasar, peserta hanya 1.400 sekali lomba. Tapi kita mendapatkan promosi yang begitu besar. Disorot media luar hingga menjadi trending topic di sana, walaupun tidak langsung terasa," ujarnya saat Konferensi Pers Indofood Ironman 70.3 Bintan 2017 di SCBD, Rabu (12/7/2017).

Ia menjelaskan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bintan menempati urutan ke empat, setelah Bali, Batam, dan Lombok. Kepulauan Riau termasuk Bintan menyuplai 15 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2016.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Lucky, mengatakan rangkaian acara sport tourism tersebut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kini sumber pendapatan tertinggi kedua di Bintan adalah dari pariwisata.

"Ini karena level dari para turisnya tinggi, jangan terpaku ke jumlah peserta. Mereka tuh pasti ngajak supporter, tinggal minimal tiga hari, spending money-nya banyak," ujar Lucky.

Aneka wisata pantai di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, mulai dari kayak hingga snorkeling di pantai pribadi.KOMPAS/MAWAR KUSUMA Aneka wisata pantai di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, mulai dari kayak hingga snorkeling di pantai pribadi.
Wisatawan yang datang ke Bintan mayoritas membawa supporter saat lomba. Sehingga jumlahnya berkali lipat dari jumlah peserta. Selain itu, minimal mereka menginap di Lagoi selama tiga hari. Pertama untuk latihan, acara, dan terakhir liburan.

Selain itu kawasan Lagoi merupakan kawasan terpadu yang eksklusif, jadi memang harganya lebih tinggi. Hotel-hotel di sana merupakan member internasional. Bahkan menurutnya, salah satu hotel termahal di Indonesia ada di sana namun tidak terkenal di media dalam negeri.

"Setelah itu, mereka yang puas, menurut penelitian 60 persennya akan balik lagi membawa teman atau keluarga untuk mengeksplor Bintan," tutup Lucky.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X