Subandi, Kisah Perjuangan TKI Mengenalkan Bakso di Korea Selatan

Kompas.com - 22/07/2017, 09:30 WIB
Duta Besar terpilih RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi (kanan) berfoto bersama pemilik  Bakso Bejo Korea, Subandi (kiri) di Markas Bakso Bejo Korea, Pancheon, Rabu (25/5/2017). KBRI SeoulDuta Besar terpilih RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi (kanan) berfoto bersama pemilik Bakso Bejo Korea, Subandi (kiri) di Markas Bakso Bejo Korea, Pancheon, Rabu (25/5/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Bakso menjadi salah satu kuliner Indonesia yang kian terkenal di dunia internasional. Selain pernah disebut oleh Barack Obama, presiden ke-44 Amerika Serikat, juga karena kiprah para ekspatriat Indonesia yang tersebar di mancanegara.

Salah satunya seorang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) yang berhasil membuat bakso tersebar di seluruh penjuru Korea Selatan. Ialah Subandi, seorang TKI yang sejak tahun 1999 mengadu nasib di 'Negeri Ginseng'.

(BACA: Kisah Perjuangan di Balik Terciptanya Tren Bakso Beranak)

Lima tahun menjadi buruh di perusahaan mebel membuatnya berpikir untuk meningkatkan taraf hidupnya di negeri orang. Ia mulai mencoba meracik olahan daging sepulang kerjanya pada malam hari.

Bermodal Rp 2,3 juta yang hanya sama dengan 200 Won tahun 2014, ia membeli modal satu kilo daging untuk coba diracik menjadi bakso. Bukan tanpa halangan, dengan modal minim juga pengetahuannya tentang bakso yang minim, membuatnya hampir putus asa.

(BACA: Bakso Bom yang Bikin Keringetan, Berani Coba?)

Sempat ia pulang ke Indonesia untuk mempelajari bakso, tetapi tak ada satu pun pembuat bakso yang mau memberikan ilmunya. Terkadang juga ia pulang karena sakit, harus berbagi waktu istirahat dengan meracik bakso, juga kerja sebagai buruh.

Bakso urat di Bakso Bejo Korea.KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bakso urat di Bakso Bejo Korea.
“Akhirnya saya berada di titik jenuh, capai semakin lama malah semakin disuruh-suruh oleh perusahaan. Akhirnya saya memutuskan beranikan diri, pokoknya saya harus jualan bakso, apa pun yang terjadi,” ujar Subandi, saat dihubungi KompasTravel, Jumat (21/7/2017).

Ia mengaku melihat peluang di Korea, harga daging ayam dan sapi termasuk murah. Ia pun memilih bakso sebagai olahan daging yang sering ia temui di Indonesia.

“Selama satu tahun nyari-nyari resep, nyoba sepulang kerja, minta tolong temen cicipin, trial and error sampe akhirnya lumayan enak,” terang pria asal Lampung itu.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X