Kompas.com - 22/07/2017, 13:10 WIB
EditorFikria Hidayat


PURWAKARTA, KOMPAS.com - Ketika anak Anda memasuki usia 7 tahun, tentu mau dong mengajaknya lebih dekat lagi dengan kegiatan alam bebas, salah satunya panjat tebing. Rata-rata anak minimal usia tersebut dinilai aman berkegiatan ke jenjang yang lebih menantang.

Nah, kalau mau, patut dicoba nih, panjat tebing di Gunung Parang, Purwakarta. Jangan bayangkan dulu kengerian merayap dan bergelantungan di paras tebing nan tinggi. Saat ini, di Gunung Parang sudah ada namanya via ferrata, yaitu panjat tebing menggunakan tangga baja.

Meskipun via ferrata Gunung Parang sudah dikenal kalangan dewasa pegiat alam bebas. Namun, banyak yang belum tahu, sebenarnya kegiatan ini juga bisa dilakukan bersama anak-anak lho…

Bening memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Bening memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)
Badega Gunung Parang, adalah salah satu operator yang Kompas.com percaya untuk memandu via ferrata bersama anak-anak saat libur sekolah lalu. Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa panjat tebing bukan kegiatan tanpa risiko, tapi tidak perlu khawatir, kita menggunakan peralatan pengaman yang standar dan didampingi pemandu profesional.

Selama mematuhi prosedur penggunaan alat dan mengikuti arahan pemandu, via ferrata akan dirasakan anak-anak layaknya piknik menggembirakan, tapi yang ini akan lebih menantang buat mereka.

“Peralatan seperti harness ukuran paling kecil untuk anak usia 7 tahun tergantung besar badan, peralatan lainnya standar, akan diajari, dan dibantu oleh pemandu,” ujar Danni Daelami, koordinator pemandu Badega Gunung Parang.

Ia menyiapkan rute via ferrata untuk anak-anak dan keluarga setinggi 100 dan 200 meter, yang dapat ditempuh dengan waktu 2 jam turun dan naik. Tarif sewa alat, kursus dan pemandu, berbeda-beda tiap ketinggian. Informasinya bisa dilihat di akun instagram @badegaparang.

Memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)

Emosi anak

Dari empat orang anak yang mencoba via ferrata bersama Kompas.com, dua anak memilih turun setelah naik setinggi 10 meter. Emosi mereka meluap-luap, mulai dari ketakutan, panik, takjub, hingga terharu saat menginjak tangga demi tangga untuk menambah ketinggian.

Inilah saat yang tepat bagi anak-anak untuk belajar langsung mengelola emosi diri. Di saat kepayahan dan kelelahan, suasana hati dan karakter anak yang sesungguhnya akan mudah terlihat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Travel Update
Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Travel Update
Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Travel Update
Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Jalan Jalan
Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Travel Update
5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

Jalan Jalan
6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

Travel Tips
Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Travel Tips
Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Travel Tips
Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X