Kompas.com - 22/07/2017, 18:46 WIB
Kapal Pesiar Pacific Eden sandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (13/4/2017). ARSIP KEMENPARKapal Pesiar Pacific Eden sandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (13/4/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik mengatakan infrastruktur dan sumber daya manusia di Indonesia perlu ditingkatkan. Hal itu dinilai penting karena meningkatnya jumlah wisatawan yang berlibur dengan kapal pesiar ke Indonesia.

"Sekarang kapal pesiar sudah besar-besar. Kapal dulu paling kapasitasnya 1.600 orang tapi sekarang kapasitasnya 3.000 orang ada juga 4.000 orang. Jadi kapal mau masuk itu, harus ada terminal kapal pesiar yang memadai," kata Tawfik kepada KompasTravel saat temu wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.

(BACA: Inilah Perbedaan Turis Eropa dengan Asia saat Wisata Kapal Pesiar)

Ia menyebut perlu adanya layanan Custom, Immigration, Quarantine, Port (CIQP) yang mumpuni untuk melayani banyaknya wisatawan mancanegara yang datang menggunakan kapal pesiar.

Hal itu agar wisatawan mancanegara bisa memiliki banyak waktu untuk berlibur ketika kapal bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

(BACA: Memacu Adrenalin! Melayang-layang di Kapal Pesiar Ovation of The Seas)

"Sejauh ini sudah oke tak ada masalah untuk proses imigrasi. Setahu saya, bebas visa Indonesia sudah untuk banyak negara. Dulu sedikit, sekarang gampang. Jadi penumpang tak perlu pusing mengurus visa," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ia juga meminta agar industri pariwisata Indonesia bisa menyediakan bus-bus yang lebih banyak. Tawfik menyebut saat ini, pihak penyedia jasa wisata kapal pesiar masih kekurangan bus untuk mengangkut wisatawan saat kapal berlabuh.

Kapal pesiar MV Sirena saat berlabuh di Perairan Pulau Komodo, Minggu (19/32017). Sebanyak 472 wisatawan asing turun dari kapal di Loh Liang untuk melihat Komodo.(Arsyip Syahbandar Labuan Bajo)Arsip Syahbandar Labuan Bajo Kapal pesiar MV Sirena saat berlabuh di Perairan Pulau Komodo, Minggu (19/32017). Sebanyak 472 wisatawan asing turun dari kapal di Loh Liang untuk melihat Komodo.(Arsyip Syahbandar Labuan Bajo)
"Nah sekarang misalnya kami mau ke Semarang. Ke Candi Borobudur itu pasti. Tapi apakah busnya mampu bawa 3.000 orang? Pemandu wisata yang bisa berbahasa asing juga perlu disiapkan," ujar Tawfik.

Meski demikian, Tawfik mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam mengembangkan wisata kapal pesiar.

Ia telah melihat pemerintah Indonesia telah mengembangkan fasilitas-fasilitas pelabuhan untuk kapal pesiar dan juga kebijakan bebas visa yang diberikan untuk wisatawan mancanegara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Travel Update
Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary
Obyek Wisata di Sekitar Nawang Jagad Kaliurang, Ada Museum Gunungapi Merapi

Obyek Wisata di Sekitar Nawang Jagad Kaliurang, Ada Museum Gunungapi Merapi

Jalan Jalan
Garuda Wisnu Kencana Bali Buka Lagi, Hanya Saat Akhir Pekan

Garuda Wisnu Kencana Bali Buka Lagi, Hanya Saat Akhir Pekan

Travel Update
6 Oleh-oleh Makanan Khas Banjarmasin, Ada Sambal Acan

6 Oleh-oleh Makanan Khas Banjarmasin, Ada Sambal Acan

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Itinerary
Tips Kunjungi Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Wajib Coba Menu Andalan

Tips Kunjungi Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Wajib Coba Menu Andalan

Travel Tips
Fasilitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Bangunan Khas Bali

Fasilitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Bangunan Khas Bali

Jalan Jalan
Festival Indonesia Hidden Heritage Week, Upaya Memajukan Wisata Sejarah Indonesia

Festival Indonesia Hidden Heritage Week, Upaya Memajukan Wisata Sejarah Indonesia

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Itinerary
5 Tempat Wisata di Sekitar Candramaya Pool and Resort Klaten

5 Tempat Wisata di Sekitar Candramaya Pool and Resort Klaten

Jalan Jalan
Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata Gunungkidul

Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata Gunungkidul

Travel Update
Rute dan Harga Tiket Masuk Candramaya Pool and Resort Klaten

Rute dan Harga Tiket Masuk Candramaya Pool and Resort Klaten

Jalan Jalan
7 Tips Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten, Reservasi dari Jauh Hari

7 Tips Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten, Reservasi dari Jauh Hari

Travel Tips

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.