Kompas.com - 26/07/2017, 06:53 WIB
Tarian massal Ndundu Ndake merupakan tarian khas masyarakat Manggarai dipentaskan di Lapangan Motangrua, Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tarian massal yang melibatkan 1.500 penari ini tampil untuk menyambut peserta Tour de Flores 2017 pada Etape Kelima dari Borong, Kabupaten Manggarai Timur ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, Selasa (18/7/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKURTarian massal Ndundu Ndake merupakan tarian khas masyarakat Manggarai dipentaskan di Lapangan Motangrua, Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tarian massal yang melibatkan 1.500 penari ini tampil untuk menyambut peserta Tour de Flores 2017 pada Etape Kelima dari Borong, Kabupaten Manggarai Timur ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, Selasa (18/7/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

Liukan tubuh dengan irama yang sama sambil merentangkan selendang sungguh memukau para pebalap sepeda internasional dari Inggris, Rusia, Iran, Asia dan Indonesia yang menyaksikan dari podium kehormatan di halaman Kantor Bupati Manggarai.

Sesungguhnya, Ndundu Ndake, memanggil kaum perempuan Manggarai untuk menari bersama-sama. Orang Manggarai, khususnya bagian Kecamatan Cibal, menyapa perempuan dengan sebutan Ndu.

Biasanya orang Manggarai memanggil untuk sapaan halus anak perempuan adalah Ndu. Sedang bagian Kolang memanggil anak-anak gadis dengan sapaan halus adalah Ikeng. Sedang wilayah Kecamatan Macang Pacar, khususnya wilayah Rego menyapa perempuan secara halus dengan sebutan Neng.

Ndake adalah menari dengan diiringi musik gendang dan gong. Jadi pada zaman dahulu, setelah panen padi, di kampung-kampung dilakukan tarian Ndundu Ndake di halaman rumah adat.

Kali ini tarian massal Ndundu Ndake dipentaskan di lapangan Motangrua untuk mengungkapkan kegembiraan warga Manggarai terhadap para pebalap sepeda yang berani bertarung di jalan Transflores mulai dari Larantuka, Flores Timur sampai di Labuan Bajo, Flores Barat. Warga Manggarai menghibur pada pebalap itu dengan tarian Ndundu Ndake.

Selasa pagi (18/7/2017), ibu-ibu meninggalkan pekerjaan di rumah masing-masing. Sebanyak 1.500 perempuan bergegas untuk berdandan dan mengenakan sarung tenun Ikat Songke khas Manggarai dipadukan dengan kebaya Indonesia serta selendang, dan Bali Belo, selendang bermotif kain songke, Mbero (pakaian busana adat Manggarai untuk kaum perempuan).

Bali Belo dipakai di kepala kaum perempuan. Hari itu mereka menyambut para pebalap sepeda yang melintasi Pulau Flores dari Larantuka, Flores Timur, sampai Labuan Bajo, Flores Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinginnya Kota Ruteng yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut tidak meluluhkan semangat mereka untuk bergegas ke Lapangan Motangrua, Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Ibu-ibu bersama dengan istri-istri pejabat, serta anggota TNI dan Polri mulai bergerak ke tengah lapangan Motangrua untuk menari Ndundu Ndake.

Dalam bahasa orang Manggarai, "Ndundu" berarti  panggilan untuk kaum perempuan, khususnya yang berasal dari wilayah Kecamatan Cibal. Sapaan halus kaum perempuan adalah "Ndu" dan "Ndake" berarti menari lepas. Jadi "Ndundu Ndake" berarti tarian khas kaum perempuan Manggarai.

Ndundu Ndake itu perempuan yang menari di mana perempuan itu diajak untuk menari bahkan sembari berpelukan, dipeluk oleh seorang pria. Tarian ini biasa dibawakan saat upacara perkawinan dan upacara adat pada Congko Lokap (bersihkan rumah adat).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.