"Mati Rasa" Saat Liburan, Fenomena pada Banyak Wisatawan - Kompas.com

"Mati Rasa" Saat Liburan, Fenomena pada Banyak Wisatawan

Kompas.com - 27/07/2017, 07:32 WIB
Ilustrasi sedih dan tidak bahagiaTim Gouw Ilustrasi sedih dan tidak bahagia

JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan pikir ketika berlibur semua orang benar-benar menikmati waktu liburan mereka. Faktanya survei dari Booking.com dan Research Now terhadap 18.496 responden di 25 negara menyatakan ada banyak wisatawan yang tak memaksimalkan waktu liburan karena faktor internal atau diri sendiri.

"Hal ini artinya para wisatawan selalu berjuang untuk melepaskan kekhawatiran dan beralih ke mode liburan," sesuai siaran pers yang diterima KompasTravel dari Booking.com, Selasa (25/7/2017).

(BACA: Ahok Dipenjara, Begini Dampaknya Terhadap Antusiasme Wisatawan Balai Kota)

Penelitian tersebut menyimpulkan hampir sepertiga (29 persen) wisatawan mengakui mereka khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk di hari pertama liburan dan berpikir bahwa 24 jam pertama berlalu tanpa terasa (39 persen).

Bahkan satu dari lima responden (20 persen) mengaku dalam 24 jam pertama liburan menyatakan tidak terlalu bebas dari rasa khawatir.

(BACA: Apa Itu Konsep Liburan Staycation?)

Ada 13 persen responden yang tidak percaya bahwa 24 jam pertama adalah tentang bersantai. Lantas ada banyak alasan yang menyebabkan mengapa wisatawan " mati rasa" sehingga tak dapat menikmati liburan.

Hasil survei menyebutkan satu dari lima responden (21 persen) khawatir tentang rumah mereka. Bisa karena meninggalkan rumah kosong atau khawatir karena terpisah dengan binatang peliharaan.

Wisatawan berlibur di Club Med Kani Maladewa, Sabtu (15/7/2017).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan berlibur di Club Med Kani Maladewa, Sabtu (15/7/2017).
Berikutnya 16 persen responden menyatakan mereka terlalu terikat dengan teknologi atau terus terhubung dengan keluarga di rumah via media sosial.

Ada pula responden yang khawatir tentang biaya liburan dengan persentase 15 persen (naik hingga 20 persen untuk 18-34 tahun), dan masalah klasik, dihantui pekerjaan terjadi pada 14 persen responden.

Lebih dari satu dari 10 responden (11perse) stres tentang akhir liburan bahkan sebelum memulainya, dan 18 persen dari golongan 18-34 tahun khawatir mereka tidak cukup merencanakan liburan mereka.


EditorI Made Asdhiana

Terkini Lainnya


Close Ads X