Mulai 1 Oktober, Pendaki Gunung Semeru Wajib Daftar secara Online

Kompas.com - 27/07/2017, 19:05 WIB
Danau Ranu Kumbolo  yang berada di jalur pendakian ke Puncak Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seolah menjadi magnet tersendiri bagi para pendaki. Tampak puluhan tenda milik pencinta alam memenuhi salah satu sisi danau, Rabu (5/6/2013) pagi. KOMPAS/DEFRI WERDIONO Danau Ranu Kumbolo yang berada di jalur pendakian ke Puncak Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seolah menjadi magnet tersendiri bagi para pendaki. Tampak puluhan tenda milik pencinta alam memenuhi salah satu sisi danau, Rabu (5/6/2013) pagi.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan mengganti seluruh tata cara pengajuan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) dari manual menjadi online per tanggal 1 Oktober 2017. Hal itu dilakukan demi meningkatkan pelayanan kepada pendaki Gunung Semeru.

"Mulai tanggal 1 Oktober 2017 untuk pendakian Semeru akan diberlakukan full booking online. Kami tidak melayani (pendaftaran) pendakian secara manual, kecuali untuk pendaki mancanegara atau luar negeri masih ada kebijakan atau dispensasi pendaftaran manual," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat dalam pesan singkat kepada KompasTravel, Kamis (27/7/2017).

Menurutnya, Gunung Semeru telah menjadi ikon pendakian nasional bahkan dunia internasional. Ia menyebut pemberlakuan pengajuan Simaksi hanya dengan sistem online akan memudahkan pendaki baik dari segi pendaftaran dan waktu pendakian.

"Kami sudah siapkan dengan tim Information Technology tersendiri (untuk menangani pendaftaran secara online)," jelasnya saat ditanya tentang kesiapan infrastruktur pendaftaran secara online.

Pemandangan Gunung Semeru dari Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/4/2017). Puncak B29 adalah salah satu sudut untuk menikmati momen matahari terbit di Lumajang.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pemandangan Gunung Semeru dari Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/4/2017). Puncak B29 adalah salah satu sudut untuk menikmati momen matahari terbit di Lumajang.
Sarif menyebut dalam satu kelompok minimal diisi oleh tiga orang pendaki dan maksimal 10 pendaki. Ia menyebut calon pendaki cukup mengunjungi website resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk melakukan registrasi Simaksi secara online.

"Kalau sudah login, daftar, isi data diri, melakukan pembayaran di bank, kemudian dikonfirmasi pendaki. Kemudian menyerahkan bukti sudah bayar ke bank, kami akan proses surat izin mendakinya. Tentunya dilengkapi dengan persyaratan lain seperti copy identitas diri, surat keterangan sehat dokter, atau keterangan surat izin orang tua bagi mereka yang masih di bawah umur," jelasnya.

Sebelumnya, calon pendaki Gunung Semeru bisa melakukan pengajuan Simaksi secara langsung sebelum memulai pendakian di Pos Pendakian Gunung Semeru di Ranu Pani. Simaksi adalah salah satu syarat wajib yang harus dimiliki calon pendaki untuk bisa mendaki gunung di kawasan konservasi seperti area taman nasional.

Pengajuan Simaksi pendakian Gunung Semeru secara online sebenarnya telah dimulai. Namun, aturan tersebut belum berjalan secara penuh.

Pendakian Gunung Semeru bisa dilakukan melalui jalur Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung Semeru berstatus gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sunyi Bunyi, Lukisan Enam Kisah Obyek Bersejarah di Karawang

Sunyi Bunyi, Lukisan Enam Kisah Obyek Bersejarah di Karawang

Jalan Jalan
Tour de Borobudur Kembali Digelar, Ajak Pesepeda dari Ragam Profesi

Tour de Borobudur Kembali Digelar, Ajak Pesepeda dari Ragam Profesi

Whats Hot
Cari Hotel Murah? Ada Promo Hotel Mulai Rp 99.000 dari Tiket.com

Cari Hotel Murah? Ada Promo Hotel Mulai Rp 99.000 dari Tiket.com

Promo Diskon
Promo Staycation di Palembang, Hotel Berbintang Hanya Rp 300.000

Promo Staycation di Palembang, Hotel Berbintang Hanya Rp 300.000

Promo Diskon
Travel Agent TN Tanjung Puting Terpaksa Jual Kelotok, Babak Belur Dihantam Pandemi

Travel Agent TN Tanjung Puting Terpaksa Jual Kelotok, Babak Belur Dihantam Pandemi

Whats Hot
Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

Whats Hot
KAI Bagi-bagi Tiket Gratis dan Diskon 75 Persen, Simak Cara Dapatnya

KAI Bagi-bagi Tiket Gratis dan Diskon 75 Persen, Simak Cara Dapatnya

Promo Diskon
Eropa Buka Perbatasan untuk Beberapa Negara, Indonesia Belum Diizinkan

Eropa Buka Perbatasan untuk Beberapa Negara, Indonesia Belum Diizinkan

Whats Hot
Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Wisata ke Pantai Duta Wisata Lampung, Beli Ikan Segar dari Nelayan

Wisata ke Pantai Duta Wisata Lampung, Beli Ikan Segar dari Nelayan

Jalan Jalan
Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

Jalan Jalan
Dilarang Berenang, Ini Aktivitas Wisata Menarik di Pantai Goa Cemara

Dilarang Berenang, Ini Aktivitas Wisata Menarik di Pantai Goa Cemara

Travel Tips
Dilarang Berenang di Pantai Selatan Yogyakarta, Apa Alasannya?

Dilarang Berenang di Pantai Selatan Yogyakarta, Apa Alasannya?

Whats Hot
Catat, Ini Sanksi Pendaki Gunung Sindoro jika Buang Sampah Sembarangan

Catat, Ini Sanksi Pendaki Gunung Sindoro jika Buang Sampah Sembarangan

Whats Hot
Benarkah Pendaki Gunung Sindoro Wajib Bawa Surat Kesehatan dari Basecamp?

Benarkah Pendaki Gunung Sindoro Wajib Bawa Surat Kesehatan dari Basecamp?

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X