Agrowisata Hutan Mangrove Dirintis di Bangka Tengah

Kompas.com - 31/07/2017, 08:43 WIB
Gerbang masuk lokasi wisata hutan mangrove Desa Kurau Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/7/2017). KOMPAS.COM/HERU DAHNURGerbang masuk lokasi wisata hutan mangrove Desa Kurau Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/7/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Perjuangan panjang yang dilakukan pegiat lingkungan Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung akhirnya membuahkan hasil.

Pemerintah daerah secara resmi menetapkan lahan seluas 112 hektar yang mereka kelola sejak beberapa tahun belakangan, sebagai sumber ekonomi sekaligus lokasi wisata edukasi.

“Konsepnya ini untuk pelestarian lingkungan dan edukasi,” kata Pengelola Wisata Kurau, Yasir, Sabtu (29/7/2017).

(BACA: Nganggung Dulang, Tradisi Makan Bersama dari Bangka Belitung)

Kawasan wisata ini dominan dengan tumbuhan hutan mangrove. Pengelola kemudian melengkapinya dengan pendopo tempat istirahat, serta jembatan kayu yang sengaja dibangun mengitari areal wisata.  

Dengan adanya fasilitas tersebut, setiap wisatawan bisa menikmati keanekaragaman hutan secara leluasa. Tak ketinggalan sebuah spot untuk berswafoto disediakan persis di pintu masuk jembatan kayu.

(BACA: Wow, Seru dan Romantis Selfie di Hutan Mangrove Kulonprogo)

Di dalam hutan mangrove, para wisatawan bisa bersantai menggunakan hammock ditemani semilir angin pepohonan. Di lokasi wisata ini, ada beberapa jenis burung yang sedang didata keberadaannya. Suatu saat kawasan ini bisa menjadi lokasi pengamatan aneka jenis burung (birdwatching).

Sebagai sumber ekonomi, terdapat tiga buah tambak yang masing-masing berukuran 20 x 30 meter. Tambak ini juga ditanami mangrove sebagai habitat asli pembudidayaan udang, ikan dan kepiting.

Salah seorang wisatawan, Niar, mengaku senang berada di tengah hutan mangrove yang masih asri. Ia yang ditemani beberapa teman, bisa mengenal lebih dekat ekosistem di dalamnya.

“Kami berharap ini dikembangkan secara terpadu. Jadi banyak yang bisa diketahui pengunjung,” ujarnya.

Jembatan gantung yang melintasi sungai kecil di lokasi wisata hutan mangrove Desa Kurau Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/7/2017).KOMPAS.COM/HERU DAHNUR Jembatan gantung yang melintasi sungai kecil di lokasi wisata hutan mangrove Desa Kurau Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/7/2017).
Pengembangan kawasan wisata ini memang telah menarik perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Aktivis yang merintis lokasi wisata ini akan diusulkan sebagai penerima penghargaan Kalpataru.

Program yang telah dilaksanakan di Desa Kurau dinilai sejalan dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sebagai bentuk respon positif pemerintah pusat, juga telah dikucurkan bantuan Rp 50 juta untuk pengelolaan tahap awal.

Ada pun konsep agrowisata Desa Kurau diproyeksikan tidak hanya bermanfaat bagi para wisatawan, tapi juga medatangkan nilai ekonomis yang ramah lingkungan bagi masyarakat setempat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X