Kompas.com - 01/08/2017, 20:02 WIB
Rendering Lower Manhattan, ketika area World Trade Center rampung pada 2018. Silverstein PropertiesRendering Lower Manhattan, ketika area World Trade Center rampung pada 2018.
|
EditorSri Anindiati Nursastri
 
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Harum buah Pala di Kepulauan Banda, Maluku, memikat bangsa asing untuk berdagang dan meraup untung di pasar dunia pada abad ke-17. Buah pala pada zaman itu digunakan sebagai bumbu sekaligus pengawet makanan. Harganya lebih mahal dari emas.
 
Masyarakat Banda yang ramah menyambut datangnya bangsa Arab, China, India, dan Eropa yang datang membeli pala. Sampai akhirnya ketika berdagang saja tak cukup, Belanda melakukan monopoli.
 
Tak diterima, Belanda membantai masyarakat Banda asli. Buat Belanda apapun dilakukan demi pala. Termasuk melawan sekutu sendiri dari Eropa, yakni bangsa Inggris. 
 
"Belanda boleh saja berteman dengan Inggris di Eropa untuk melawan Spanyol dan Portugis, tetapi di Asia mereka adalah kompetitor," kata sejarawan Wim Manuhutu dalam acara seminar "Banda Heritage for Indonesia" di Erasmus Huis, Senin (31/7/2017). 
 
Inggris yang tak kuat menahan godaan pala terbaik dunia sempat mencoba mengambil kepulauan Banda dari Belanda. Strateginya saat itu, menjatuhkan jangkar dan membangun markas di Pulau Run. Sebab pulau besar seperti Banda Neira dan Lontor sudah dikuasai oleh Belanda dan dijaga ketat dengan 12 benteng yang berdiri kokoh. 
 
"Dengan ukuran pulau yang begitu kecil dibangun 12 benteng, membuktikan jika Banda waktu itu sangat penting bagi Belanda," kata Wim. 
 
Mati-matian Belanda dan Inggris berperang untuk menguasai perdagangan dunia. Terhitung dari tahun 1652-1654 perang pertama dilakukan dan perang kedua dimulai dari tahun 1665. Hingga akhirnya pada 31 Juli 1667, Traktat Breda dikeluarkan untuk memberi solusi damai dari perang-perang tersebut. 
 
Salah satu isi dari Traktat Breda adalah Inggris harus mengakhiri kekuasaan mereka di Pulau Run, Kepulaun Banda, dan menyerahkan kepada Belanda. Sebagai gantinya, koloni Belanda, Nieuw Amsterdam di Amerika Utara (kini Manhattan, New York) diserahkan ke Inggris. Isi traktat lainnya adalah tentang pengaturan perdagangan.
 
Menariknya pada Traktat Breda Inggris juga sempat menawarkan untuk menukar Nieuw Amsterdam dengan pabrik gula mereka di Suriname yang direbut oleh Belanda. Namun Belanda bersikukuh menukar Nieuw Amsterdam.  
 
"Traktat Breda pada akhirnya hanya berlaku lima tahun, karena Belanda dan Inggris akhirnya berperang lagi (tahun 1672)," kata Wim.
 
Selang 3,5 abad Nieuw Amsterdam kini berkembang menjadi kota bisnis terbesar di dunia. Sedangkan kehidupan Pulau Run berjalan sangat pelan, sejalan dengan harum buah pala yang tak lagi tercium oleh bangsa asing bahkan bangsanya sendiri. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

Travel Update
Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Travel Update
Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Travel Update
Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Jalan Jalan
Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Jalan Jalan
Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Jalan Jalan
NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

Travel Update
5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

Travel Update
Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Travel Update
Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Travel Update
Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Travel Update
Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Jalan Jalan
5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X