Petik Edelweis di Gunung Semeru, Pendaki Ini Dilarang Mendaki Seumur Hidup

Kompas.com - 02/08/2017, 19:05 WIB
Bunga Edelweis tumbuh di sepanjang perjalanan menuju bibir kaldera Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi. Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoBunga Edelweis tumbuh di sepanjang perjalanan menuju bibir kaldera Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com -  Fatchul Muftanin adalah seorang pendaki asal Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Ia dilarang mendaki Gunung Semeru seumur hidup karena memetik bunga edelweis.

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

"Kejadiannya kemarin mereka mengambil edelweis 42 tangkai dengan foto-foto berlatar Ranu Kumbolo. Oleh relawan yang kebetulan ada di posisi Ranu Kumbolo diberitahu dan diminta edelweis tidak dipetik dan dibawa," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat dalam pesan singkat kepada KompasTravel, Rabu (2/8/2017).

BACA: Edelweis di Gunung Tak Boleh Diambil

Fatchul kemudian dibawa ke pos pendakian Ranu Pani untuk pertanggungjawaban atas perbuatannya. Ia membuat surat pernyataan dan dihukum untuk membersihkan tumbuhan invasif Salvinia molesta di Ranu Kumbolo sebanyak dua karung.

"Kami melihat dari sisi efek jera bagi yang lain dan siapapun yang melakukan tindakan yang merugikan dengan sanksi tersebut. Sekali lagi (keputusan) ini kami ambil untuk melindungi kelestarian potensi atau aset TNBTS," jelasnya.

Sarif menghimbau agar para pendaki gunung agar dapat belajar dewasa dalam berkegiatan di alam bebas dengan menjaga dan melestarikan potensi alam. Menurutnya, tindakan memetik, memotong, membuang sampah, dan vandalisme sama sekali bukan tindakan terpuji di kawasan konservasi.

"Kebijakan itu diambil bukan semata-mata kami intoleran, tapi kami ingin agar masyarakat atau pendaki tetap bisa menyalurkan hobi mendaki dengan tetap menjaga kelestarian kawasan TNBTS," jelas Sarif.

BACA: 5 Terduga Pencabutan Edelweis akan Dijadikan Duta Pelestarian Edelweis

Sanksi pelarangan akibat memetik tanaman edelweis tersebut terungkap dari surat pernyataan yang ditandatangani oleh Fatchul. Surat tersebut ditandatangi pada Rabu (2/8/2017) dan beredar di media sosial seperti di Instagram @urban.hikers.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X