Kompas.com - 04/08/2017, 07:21 WIB
Kuliner khas Bangka, rusip. Rusip adalah kuliner dari ikan bilis yang difermentasi bersama garam, air kerak nasi dan diolah bersama bawang, jeruk kunci, cabai, dan gula. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOKuliner khas Bangka, rusip. Rusip adalah kuliner dari ikan bilis yang difermentasi bersama garam, air kerak nasi dan diolah bersama bawang, jeruk kunci, cabai, dan gula.
|
EditorI Made Asdhiana

BANGKA, KOMPAS.com - Sekilas tak ada yang menarik dari kuliner khas Bangka yakni rusip. Warnanya keruh, baunya menyengat, dan daging-daging ikan rada halus. Namun, apa rasanya ketika dicicipi?

Saya sempat beberapa kali mencicipi rusip saat berwisata kuliner di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Rasa asam yang kuat dan pedas tertinggal di lidah.

Waktu itu, saya menyantap rusip bersama lempah kuning, nasi yang masih panas, dan lalapan. Memang, rusip konon cocok disantap bersama lalapan.

(BACA: Nganggung Dulang, Tradisi Makan Bersama dari Bangka Belitung)

Suapan demi suapan rusip bersama nasi hangat dan lalapan membuat mulut tak berhenti mengunyah. Menyantap rusip layaknya menyantap sambal lalap.

Rusip dihidangkan terpisah dengan makanan-makanan lain. Rusip juga dipisahkan dari sambal belacan (terasi) yang juga menjadi teman saat menyantap.

(BACA: Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yulwan, Staf Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung menyebut rusip terbuat dari fermentasi ikan bilis (Clupeoides borneensis). Rusip difermentasi bersama gula merah, air kerak nasi, garam, dan juga jeruk kunci.

Kuliner khas Bangka, rusip yang dijadikan oleh-oleh. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Kuliner khas Bangka, rusip yang dijadikan oleh-oleh.
"Rusip biasa dimakan bersama daun singkong, daun kangkung dan juga dicocol bersama timun dan terong atau lalapan lainnya," kata Yulwan kepada KompasTravel di sela-sela acara Familiarization Trip Bangka beberapa waktu lalu.

Ikan bilis merupakan ikan laut yang biasa menjadi hasil tangkapan nelayan di Bangka. Setelah ikan difermentasi dan mengeluarkan bau asam, kemudian diolah bersama bawang dan cabai.

"Rusip bisa dimakan saat pagi, siang dan malam. Rusip itu juga dianggap seperti lauk saat makan," katanya.

Selain rusip, Bangka punya beberapa olahan fermentasi beragam hasil laut, mulai dari calo atau fermentasi udang, pekasam yang berupa fermentasi kerakap dan berasa sangat ekstrem. Rusip bisa ditemukan di rumah-rumah makan Bangka dan juga bisa dibeli untuk oleh-oleh.

Ahh, Bangka dan olahan ikan lautnya seperti rusip berhasil memuaskan nafsu makan saya. Rasa asam dan pedas dari rusip saya bawa pulang dalam bentuk botol.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X