Menikmati Nasi Ulam yang Mulai Langka di Jakarta

Kompas.com - 09/08/2017, 06:04 WIB
Seporsi Nasi Ulam Misjaya ini menggunakan bubuk kacang, lalu bihun, kerupuk merah, emping, dan daun kemangi. Setelah itu diguyur kuah semur berbumbu sebelum diberi aneka lauk. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASeporsi Nasi Ulam Misjaya ini menggunakan bubuk kacang, lalu bihun, kerupuk merah, emping, dan daun kemangi. Setelah itu diguyur kuah semur berbumbu sebelum diberi aneka lauk.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

Selain itu, sayuran seperti daun kemangi dan timun menambah segar cita rasa nasi yang kian langka ini.

Jangan lupa mencicipi lauk andalan yaitu dendeng. Memang pas rasanya dilahap dengan nasi yang berbalut bumbu kacang ini. Rasa gurih dan manisnya menggulung di lidah, diimbangi dengan nasi yang tawar.

"Di sini enaknya sambal kacangnya, bisa nambah kan. Dendengnya juga empuk dibumbuin lagi," ujar Firman (48) warga Jelambar, yang seminggu sekali menyempatkan mampir sepulang kerja.

Bagi yang ingin mencoba, masi ulam Misjaya ini memiliki empat cabang. Selain di Glodok, ada di Pluit Junction, Stasiun Duri, dan daerah Palem.

Satu porsi nasi ulam dihargai Rp 15.000, belum termasuk lauk. Sedangkan lauknya dari mulai Rp 1.000 untuk tempe, Rp 5.000 untuk telur, dan Rp 10.000 untuk dendeng.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X