Baduy Travel Mart Angkat Kisah Multatuli

Kompas.com - 10/08/2017, 20:02 WIB
Dua orang Suku Baduy, Eka dan rekannya menunjukkan hasil kerajinan yang dijual di pameran wisata Ïndie Travel Mart 2015 di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/11/2015). Wisatawan dapat membeli aneka kerajinan tangan seperti gelang, kalung, kain, cangklong, dan baju kurung yang dibawa oleh Suku Baduy di pameran tersebut. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoDua orang Suku Baduy, Eka dan rekannya menunjukkan hasil kerajinan yang dijual di pameran wisata Ïndie Travel Mart 2015 di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/11/2015). Wisatawan dapat membeli aneka kerajinan tangan seperti gelang, kalung, kain, cangklong, dan baju kurung yang dibawa oleh Suku Baduy di pameran tersebut.
Penulis Lisa Viranda
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Banten akan menyelenggarakan Baduy Travel Mart pada 10 - 12 November 2017 di daerah Lebak, Jawa Barat. Baduy sebagai salah satu dari 7 Wonders Banten tentunya akan menjadi sorotan dalam acara ini.

"Diangkatnya Baduy dalam Travel Mart kali ini merupakan masukan dari pemerintah Provinsi Banten juga pemerintah kota dan kabupaten setempat yang kemudian kami sepakati dengan nama Baduy Travel Mart," ujar Rudy Indriawan, Ketua DPP ASPPI Banten saat jumpa pers di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta, pada Rabu (09/08/2017).

Selain suku Baduy, kisah mengenai Multatuli atau yang kita kenal dengan nama Douwes Dekker juga akan diangkat. Melalui bukunya yang berjudul Max Havelaar, Multatuli menceritakan penderitaan rakyat Lebak.

Museum Multatuli di seberang Alun-alun Rangkasbitung. Posisinya bersebelahan dengan Perpustakaan Saidjah Adinda.Dimas Wahyu Museum Multatuli di seberang Alun-alun Rangkasbitung. Posisinya bersebelahan dengan Perpustakaan Saidjah Adinda.

Di sisi lain, para wisatawan dari Eropa sangat antusias datang ke Indonesia untuk mencari tahu lokasi rumah Multatuli. 

"Karena itu, lokasi rumah Multatuli juga akan menjadi salah satu bagian dalam perjalanan kami di Baduy Travel Mart agar lebih banyak yang mengenal sejarah dari Indonesia, khususnya Banten," ujar Rudy.

Museum Multatuli yang baru-baru ini didirikan dengan gaya khas suku Baduy juga ditetapkan sebagai salah satu titik lokasi dari penyelenggaraan Baduy Travel Mart. 

Rangkaian acara Baduy Travel Mart lainnya yaitu penyelenggaraan seminar bagi para pelaku pariwisata mengenai bagaimana cara berbisnis atau bekerja sama dengan pihak pemerintah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta pihak swasta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X