Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Digelar di Banyuwangi

Kompas.com - 11/08/2017, 10:03 WIB
Tanaman acacia nilotoca yang menjadi tanaman invasi di Baluran yang harus ditebang dan dimusnahkan agar tidak mengganggu ekosistem asli Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATITanaman acacia nilotoca yang menjadi tanaman invasi di Baluran yang harus ditebang dan dimusnahkan agar tidak mengganggu ekosistem asli Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
|
EditorI Made Asdhiana

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar acara Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Acara yang pertama kali diselenggarakan tersebut hadir mulai tanggal 10 hingga 13 Agustus.

“Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam bertujuan untuk promosi dan pemasaran Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang ada di Indonesia kepada masyarakat dan pekaku jasa lingkungan. Diharapkan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dapat lebih dikenal publik, baik dari masyarakat maupun pelaku usaha," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno selaku ketua penyelenggara dalam kata sambutan di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).

Festival perdana ini diikuti 50 booth berasal dari Taman Nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, ASEAN Heritage dan Pemda Banyuwangi dengan menampilkan keunggulan dan potensi wisata tiap-tiap unit.

Adapun taman-taman nasional yang berpartisipasi seperti Teluk Cendrawasih, Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru, Ceremai, Merbabu, Kerinci Seblat, Karimun Jawa, dan lain-lain.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Banyuwangi yang menjadi tuan rumah acara Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik pelaksanaan festival yang memilih lokasi di Banyuwangi.

Tenda-tenda di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur dalam rangka perayaan Hari Konservasi Nasional, Kamis (10/8/2017).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Tenda-tenda di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur dalam rangka perayaan Hari Konservasi Nasional, Kamis (10/8/2017).
“Fokus kami ecotourism dan 4,3 juta orang hadir ke Banyuwangi setiap tahun untuk berwisata," kata Anas.

Wisatawan bisa mendapatkan beragam informasi tentang pariwisata konservasi alam di Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam.

Pemerintah telah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara sampai tahun 2019.

Dari sektor pariwisata ditargetkan devisa negara 20 miliar dollar AS atau memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 15 persen serta menyerap 13 juta tenaga kerja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Virus Corona, Singapura Perkirakan Penurunan 20 Ribu Wisatawan di Entry Point

Imbas Virus Corona, Singapura Perkirakan Penurunan 20 Ribu Wisatawan di Entry Point

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X