Ini Bedanya Nasi Uduk dengan Nasi Lemak

Kompas.com - 11/08/2017, 22:05 WIB
Nasi Lemak ARSIP SANTIKA PREMIERE DYANDRA HOTEL & CONVENTIONNasi Lemak
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ragam kuliner Nusantara yang berlimpah terkadang memiliki kemiripan satu sama lain. Nasi uduk dan nasi lemak misalnya.

"Nasi lemak di Sumatera dan nasi uduk di Jakarta itu sama-sama dari jenis nasi gurih yang diolah dengan cara liwet," ujar Murdijati Gardjito, ahli gastronomi sekaligus peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada saat dikunjungi KompasTravel di kediamannya, Sabtu (5/8/2017).

Keduanya juga memiliki banyak kesamaan. Mulai dari sejarah kedatangan hingga pengolahannya. Keduanya berasal dari bangsa Melayu, yang datang ke Indonesia pada masa penjajahan kolonial.

BACA: Nasi Uduk, Kuliner Persilangan Budaya Melayu dan Jawa

Dalam kesempatan yang berbeda, ahli kuliner Betawi, Pudentia mengatakan nasi uduk berasal dari bangsa Melayu yang datang ke Jakarta. Kemudian mereka bertemu orang Jawa yang saat itu menyerang VOC di Batavia.

"Kebudayaan Jawa masuk, tahun 1628-1629 saat Kerajaan Mataram menyerang VOC. Jadi di Betawi ada orang Melayu dan orang Jawa. Lalu menghasilkan nasi uduk," jelasnya saat diskusi kuliner betawi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Seporsi nasi uduk semur jengkol dengan empal goreng di Warung Nasi Uduk Bang Udin Kawasan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Nasi uduk semur jengkol Bang Udin telah hadir sejak tahun 1986.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Seporsi nasi uduk semur jengkol dengan empal goreng di Warung Nasi Uduk Bang Udin Kawasan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Nasi uduk semur jengkol Bang Udin telah hadir sejak tahun 1986.
Sedangkan nasi lemak terlebih dulu hadir di tanah Sumatera. Langsung dari bangsa Melayu yang datang pasca kedatangan Portugis ke Malaka.

Meski begitu, dalam perkembangannya Murdijati mengungkapkan keduanya semakin berbeda karena akulturasi masyarakat setempat. Terutama dari ragam lauk yang menjadi pendamping nasi.

BACA: Lezatnya Bubur Ayam dan Nasi Uduk Cikini

Di Betawi, nasi uduk identik dengan lauk jengkol dengan tambahan semur tahu atau tempe hingga tempe goreng. Nasi uduk pun bisa ditemui dari waktu sarapan bahkan sampai malam hari di Jakarta.

Sedangkan nasi lemak wajib menggunakan lauk dengan bumbu rendang. Bisa rendang ayam, ataupun rendang daging sapi. Selain itu nasi lemak juga dilengkapi dengan sambal teri kacang, dan telur balado. Anda juga bisa menambahkan sedangkan sayur, mentimun,  perkedel, kerupuk, maupun ikan goreng.

Di balik persamaan dan perbedaan tersebut, keduanya merupakan kuliner warisan leluhur yang wajib Anda coba. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X