Kompas.com - 17/08/2017, 17:04 WIB
Kawasan Benteng Kuto Besak di Palembang, Sumatera Selatan. KOMPAS/EDDY HASBYKawasan Benteng Kuto Besak di Palembang, Sumatera Selatan.
|
EditorI Made Asdhiana

PALEMBANG, KOMPAS.com - Penyelenggaraan Festival Sriwijaya 2017 akhirnya mendapat izin Wali Kota Palembang dan tetap diselenggarakan di Benteng Kuto Besak (BKB). Sebelumnya, acara tahunan pemprov Sumsel ini belum mendapat izin dari Harnojoyo, Wali Kota Palembang.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga. "Izinnya sudah keluar Senin kemarin. Jadi semuanya digelar di Palembang," ujarnya Rabu (16/8/2017).

Menurut Irene, acara yang diselenggarakan 22 sampai 28 Agustus ini jika tidak mendapakan izin di Benteng Kuto Besak akan dipindahkan ke Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Namun, akhirnya Pemkot Palembang menyetujui acara digelar di BKB.

(BACA: Inilah Perbedaan Pempek Bangka dan Palembang)

"Temanya tentang fashion seni budaya Sriwijaya, fashion show kolosal yang bakal ditampilkan bujang gadis dari kabupaten kota di Sumsel," kata Irene.

Surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Palembang berisi tidak boleh ada transaksi jual beli di area BKB.

Namun, lanjut Iren, pihaknya berpendapat Festival Sriwijaya yang telah masuk tiga besar terpopuler di Indonesia hanya menampilkan pergelaran seni budaya se-Sumsel, bukan untuk bertransaksi tunai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ya kalau pakai tempat lain areanya kecil. Terpaksa mengecilkan panggung karena tidak cukup besar," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X