Kompas.com - 21/08/2017, 07:28 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Untuk itu, promosi secara terus menerus dengan berbagai kegiatan terus dilakukan. Salah satu kegiatannya adalah menghadirkan fotografer profesional, wartawan, mahasiswa maupun kalangan pehobi foto di Indonesia.

(BACA: Inilah Tempat-tempat Terbaik Mengamati Burung Elang Flores)

"Sejak 18 Agustus 2017 para peserta kompetisi berada di dalam kawasan hutan Taman Nasional MataLawa untuk memulai memotret burung serta melakukan birdrace. Bahkan, kegiatan lomba dihadiri oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno,” katanya.

Menurut Surahman, pihaknya menggunakan juri berpengalaman yaitu Riza Marlon (profesional fotografer wildlife), Arbain Rambey (fotografer Harian Kompas), Didi Kaspi Kasim (editor in chief National Geographic Indonesia), Karyadi Baskoro (UNDIP), Imam Taufikquroman (Yayasan Kutilang) dan Swiss Winasis (TN Baluran).

Salah satu peserta Kompetisi Lomba Foto Burung dari Flores, Yohanes Jehabut kepada KompasTravel, Jumat (18/8/2017) mengungkapkan dirinya sangat tertarik dengan alam dan dunia burung.

“Saya bangga bisa mengikuti pertandingan ini sekaligus saya melakukan survei untuk mempromosikan keunikan burung endemik Pulau Sumba. Sekaligus mencari peluang untuk membuat paket perjalanan wisata di Pulau Sumba untuk mengamati burung endemik Sumba,” katanya.

Jehabut, Pendiri Kampung Ekologi Mbeling, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, menjelaskan turis asing sangat suka wisata ekologi. Mereka senang berkeliling di persawahan di areal pertanian di Flores, juga mengamati burung yang endemik di Pulau Flores.

Burung Kakatua Jambul Jingga hanya hidup di hutan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Burung ini menjadi burung endemik di kawasan hutan Taman Nasional MataLawa Sumba. Banyak pengamat, peneliti burung mengeksplorasi keunikan burung di Pulau Sumba. ARSIP TAMAN NASIONAL MATALAWA SUMBA Burung Kakatua Jambul Jingga hanya hidup di hutan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Burung ini menjadi burung endemik di kawasan hutan Taman Nasional MataLawa Sumba. Banyak pengamat, peneliti burung mengeksplorasi keunikan burung di Pulau Sumba.
"Saya sudah menjual paket wisata ekologi Mbeling di Pulau Flores. Hasilnya, warga merasakan kunjungan wisatawan karena wisatawan langsung menginap di rumah warga. Terjadi pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya antara orang lokal dengan orang asing. Sudah banyak turis berwisata ekologi Mbeling di Manggarai Timur,” katanya.

Jehabut menambahkan, selain dirinya dari Pulau Flores yang ikut lomba foto burung di Taman Nasional MataLawa adalah Leonardus Nyoman. "Kami juga melakukan survei untuk menjual paket wisata ke Pulau Sumba, khusus wisatawan minat khusus yang mengamati burung," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.