3 Minggu Beroperasi, KA Wisata Priority Selalu Penuh Penumpang

Kompas.com - 24/08/2017, 15:19 WIB
Suasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISuasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.
|
EditorI Made Asdhiana

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Kereta Api Wisata Priority mulai beroperasi pada 4 Agustus 2017. Sejauh ini, KA Wisata Priority memiliki rute Jakarta-Yogyakarta-Solo.

Harga tiket yang ditawarkan oleh KA Wisata Priority terbilang cukup mahal, yakni Rp 750.000 per orang. Meski begitu, animo dan rasa penasaran masyarakat terhadap kereta wisata ini ternyata cukup tinggi.

(BACA: Sekarang Anda Bisa Naik Kereta Kelas Kepresidenan)

"Sejak beroperasi dari 4 Agustus lalu, setiap minggu okupansi selalu 100 persen. Bahkan bisa dibilang 110 persen, karena ada penumpang yang naik hanya sampai Cirebon. Ada juga yang naik dari Cirebon ke Yogyakarta, atau stasiun-stasiun selanjutnya," kata Direktur Utama PT KA Pariwisata, Totok Suryono kepada KompasTravel di sela-sela perjalanan naik KA Wisata Priority menuju Yogyakarta, Kamis (24/8/2017).

(BACA: Ini Cara Dapatkan Diskon 10 Persen untuk KA Wisata Priority)

KA Wisata Priority, lanjut Totok, memiliki jadwal keberangkatan dari Jakarta tiap Jumat malam dan kembali ke Jakarta pada Minggu malam. Hal paling menonjol dari kereta wisata ini tentulah pelayanannya.

"Dalam melayani penumpang kami all out. Kru baik prami (pramugari) maupun prama (pramugara) dipilih yang terbaik. Fasilitasnya pun kelas VIP dan VVIP," ujar Totok.

Suasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jakarta menuju Jogjakarta, Jumat (4/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.
Totok menjelaskan bahwa KA Wisata Priority sekarang sudah memiliki pelanggan tetapnya sendiri. "Mayoritas eksekutif muda, karena di dalam kereta terdapat bar sebagai tempat untuk berinteraksi," katanya.

Dalam perjalanannya, KA Wisata Priority tergabung dengan kereta reguler seperti Taksaka dan Argo Dwipangga. Akhir tahun ini, KA Wisata Priority rencananya akan memiliki rute Jakarta-Surabaya via Semarang.

"Antara November atau awal Desember, kereta wisatanya tergabung dengan Sembrani atau Argo Anggrek," kata Totok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X