Kompas.com - 25/08/2017, 11:02 WIB
Turis Belgia menikmati pemandangan persawahan di Kawasan Mbeling, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Flores, NTT, Senin (14/8/2017). Agen travel di Manggarai Raya menawarkan wisata ekologi Mbeling kepada turis mancanegara.  KOMPAS.COM/MARKUS MAKURTuris Belgia menikmati pemandangan persawahan di Kawasan Mbeling, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Flores, NTT, Senin (14/8/2017). Agen travel di Manggarai Raya menawarkan wisata ekologi Mbeling kepada turis mancanegara.
|
EditorI Made Asdhiana

Mereka disambut dengan ritual "Kepok" (ritual penyambutan tamu) dengan ayam jantan berwarna putih dan tuak atau alkohol lokal yang tersimpan dalam "Tawu" (tempat menyimpan arak dari pohon enau).

(BACA: Menari Ndundu Ndake Bersama Perempuan Flores)

Turis yang disambut di rumah gendang Tuwa Mendang memakai pakaian adat khas Manggarai Timur dengan kain songke.

"Setiap turis, baik secara grup maupun secara perorangan harus masuk di rumah adat Gendang Tuwa Mendang. Tua adat menyambut mereka dengan ritual adat. Ayam jantan warna putih menandakan ketulusan dan kesucian orang Manggarai Timur dalam menerima tamu. Sedangkan tuak atau alkohol lokal sebagai rasa penghormatan kepada tamu. Ini merupakan budaya khas Manggarai Timur saat menyambut tamu. Kami senang turis berwisata ekologi di Desa Gurung Liwut," katanya kepada KompasTravel, Senin (14/8/2017).

Wilibrodus menjelaskan, kunjungan wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) memberikan dampak positif dalam menjaga alam, budaya serta tinggal bersama warga.

Turis Belgia menyusuri persawahan di Mbeling, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Flores, NTT, Senin (14/8/2017). Desa Gurung Liwut menawarkan wisata ekologi kepada turis mancanegara dan Nusantara. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis Belgia menyusuri persawahan di Mbeling, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Flores, NTT, Senin (14/8/2017). Desa Gurung Liwut menawarkan wisata ekologi kepada turis mancanegara dan Nusantara.
Bahkan, ada homestay yang layak sesuai dengan standar internasional di Kampung Mbeling, Kampung Tuwa Mendang serta beberapa kampung lainnya.

Secara bergiliran turis Belgia itu menginap di rumah warga sambil berinteraksi dengan warga masyarakat. Bahkan, turis memberikan pendidikan secara gratis, serta memberikan pendidikan dalam merawat alam serta menjaga kebersihan di kampung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(BACA: Berteman Kabut Mengejar Matahari Terbit di Puncak Kelimutu)

Daya tarik dari Desa Gurung Liwut, lanjut Wilibrodus, wisata ekologi yang ditawarkan kepada turis dengan berwisata di persawahan, alam bebas serta menanam pohon di sekitar mata air. Bahkan, turis mandi di air pancuran di dalam kawasan persawahan.

"Ada dampak dari kunjungan turis di mana kesadaran masyarakat untuk menjaga, merawat alam dan budaya serta membersihkan lingkungan terus terpelihara dengan baik," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.